Pecat Bruno Casimir, Manajemen Persis Solo Dinilai Arogan
Bruno Casimir seusai latihan bersama Persis Solo di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (6/1/2020) pagi. (Solopos/Ivan Andimuhtarom)

Solopos.com, SOLO — Kelompok pendukung Persis Solo, Pasoepati, menyayangkan pemutusan kontrak sepihak yang dilakukan klub pada kapten tim, Bruno Casimir.

Pasoepati menilai kebijakan tersebut menunjukkan arogansi manajemen terhadap anggota skuat. Suporter khawatir atmosfer klub kian memburuk apabila polemik dengan Bruno Casimir berlarut-larut.

Jokowi Janji Covid-19 Indonesia Turun Pada Juni, Juli Normal Lagi

Diketahui, Persis mengaku telah mendepak Bruno Casimir karena sang pemain dinilai sudah tidak ada kecocokan dengan klub. Pemutusan kontrak dilakukan tak lama setelah Bruno menyatakan protes terkait keterlambatan pembayaran gaji pemain di bulan Maret 2020. Di sisi lain, bek asal Kamerun itu mengklaim masih resmi berseragam Persis karena belum ada surat pemecatan yang diterimanya.

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, menyayangkan polemik klub dengan pemain justru terjadi di masa pandemi Covid-19. Dia menilai manajemen terkesan arogan karena memutus kontrak pemain secara mendadak di jeda kompetisi. Lelaki yang akrab disapa Rio ini juga mempertanyakan masalah yang menjadi pemicu pemberhentian Bruno Casimir.

Tambah Lagi! 1 Warga Ngemplak Jadi Pasien Ke-7 Positif Covid-19 Boyolali

“Kami pikir kebijakan ini sedikit arogan. Apa pokok permasalahannya sampai harus ada pencoretan pemain, padahal Persis belum sekali pun bermain. Kalau dibilang sudah tidak cocok, ketidakcocokannya di bagian mana?,” ujar Rio saat dihubungi Solopos.com, Senin (27/4/2020).

Bisa Pengaruhi Tim

Pihaknya khawatir pemutusan kontrak sepihak itu menjadi preseden buruk bagi tim secara keseluruhan. Apalagi jika alasannya karena inisiatif Bruno yang menjembatani keresahan para pemain terkait keterlambatan gaji.

“Kondisi seperti ini tidak bagus untuk tim. Mestinya ada keterbukaan untuk setiap masalah,” ujar Rio. Lebih jauh Pasoepati mendorong gaji pemain pada bulan Maret dan April 2020 segera dibayarkan. “Biar tidak semakin rumit masalahnya.”

Nekat Mudik, 30-an Mobil Pemudik Klaten Dipaksa Putar Balik di Prambanan

Saat ini kabar pemecatan Bruno Casimir mulai menjadi bola liar di kalangan suporter akar rumput Persis. Mereka mempertanyakan dasar manajemen mendepak Bruno yang notabene pemain inti plus kapten di Laskar Sambernyawa.

“Terlepas dari plus-minus permainan Bruno, pemutusan kontrak ini layak dipertanyakan. Apalagi pemain mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi soal itu. Jangan sampai masalah ini justru mengganggu stabilitas tim apabila kompetisi nanti dilanjutkan,” ujar pendukung Persis asal Grogol, Sukoharjo, Sardi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho