Kategori: Solo

Pecah Rekor Lagi! Positif Covid-19 Solo Tambah 300 Orang Sehari


Solopos.com/Mariyana Ricky P.D

Solopos.com, SOLO -- Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo kembali mencatat lonjakan kasus positif Covid-19 cukup signifikan hingga kembali memecahkan rekor pada Rabu (13/1/2021).

Setelah mencatatkan rekor penambahan jumlah kasus positif pada Selasa (12/1/2021) dengan 250 orang, Solo kembali memecahkan rekor pada Rabu dengan tambahan 300 kasus baru.

Tambahan itu membuat kumulatif jumlah kasus positif corona Solo menembus 6.404 orang. Perinciannya, 4.164 orang sembuh, 1.635 orang isolasi mandiri, 294 orang rawat inap, dan 311 orang meninggal dunia.

Innalillahi! Kepala Puskesmas Bulu Sukoharjo Meninggal Sebelum Hasil Tes PCR Keluar

Ketua Pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengatakan tambahan kasus positif Covid-19 berasal dari seluruh kecamatan.

"Satu Solo, semuanya hampir merata, setiap kecamatan ada tambahan. Hasil tracing kasus sebelumnya mendominasi. Klaster keluarga, kantor, juga ada,” katanya melalui sambungan telepon dengan Solopos.com, Rabu malam.

Selain penambahan kasus positif, Satgas Penanganan Covid-19 Solo juga mencatat empat pasien positif yang meninggal dunia.

Wah, Boyolali Bakal Punya Laboratorium PCR Sendiri

Pada sisi lain, Kota Solo mulai menjalankan vaksinasi Covid-19 tahap pertama pada Kamis (14/1/2021). Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr Tatar Sumandjar, SpPD-KPTI, mengatakan vaksin bisa diberikan kepada penyintas maupun pasien positif Covid-19 asimtomatik.

Booster Imunitas

Namun, bagi pasien positif Covid-19 yang bergejala, harus disembuhkan terlebih dahulu. Mereka yang asimtomatik seolah mendapatkan booster imunitas saat menerima vaksin.

“Termasuk pascasembuh, dikasih saja kan itu menaikkan booster imun. Kalau bergejala harus disembuhkan dulu. Jadi kalau sudah sembuh, sudah memiliki imunitas sehingga ditambah vaksin, tambah lagi imunnya,” katanya.

Pecah Rekor! Positif Covid-19 Solo Tambah 250 Orang Dalam Sehari

Ia sudah membuat rekomendasi penggunaan vaksin Sinovac karena sudah lolos uji klinis fase tiga di Turki dan Brasil. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah menyatakan kehalalannya.

Terpisah, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan salah satu alasan Solo dipilih bersama dua daerah lain sebagai yang pertama menjalankan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah. Hal itu salah satunya karena lonjakan kasus yang terjadi dua bulan terakhir.

“Nakes menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 makanya didahulukan. Banyak sekali nakes yang sudah menjadi korban, mereka ujung tombak pelayanan kesehatan. Sebelas tokoh yang diambil kali pertama vaksinasi ini merupakan akronim Tim Setia Bela Surakarta. Tapi, saya ingatkan vaksin bukan segalanya, 4M tetap harus dijalankan,” katanya.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih