PDP Corona Sukoharjo Bertambah Jadi 10 Orang, ODP 68    
Ilustrasi tes virus corona (Freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Jumlah pasien dalam pengawasan atau PDP corona di Sukoharjo bertambah dari enam orang menjadi 10 orang. Sementara jumlah orang dalam pemantauan atau ODP corona juga bertambah dari 45 orang menjadi 68 orang.

Berdasarkan data yang diunggah di laman http://corona.sukoharjokab.go.id, Rabu (25/3/2020), tak ada penambahan jumlah pasien positif corona di Sukoharjo. Sejauh ini hanya satu orang yang positif corona yang berasal dari wilayah Grogol.

Pengusaha Konfeksi Klaten Bikin APD Dibagikan Gratis ke RS Rujukan Corona

Direktur RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo sekaligus juru bicara gugus tugas percepatan dan pencegahan Covid-19 Sukoharjo, Gani Suharto, mengatakan data pasien positif corona, PDP, dan ODP di-update terakhir pada 24 Maret.

"Kami belum mendapatkan informasi terkini apakah ada penambahan jumlah pasien positif, PDP dan ODP," kata dia, Rabu.

Saat ini, gugus tugas penanganan Covid-19 di tingkat desa/kelurahan telah melakukan berbagai upaya untuk memperlambat laju persebaran virus corona. Tim gugus tugas melakukan penyemprotan disinfektan di jalan perkampungan dan fasilitas umum lainnya.

Salah Sebut Virus Corona Jadi Veronica, Kades Kebonagung Madiun Viral

Seperti diberitakan, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) virus corona (Covid-19) untuk daerahnya. Hal itu menyusul adanya satu pasien asal Grogol, Sukoharjo, yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Berbagai Upaya Dilakukan Untuk Hambat Persebaran Corona

Selain itu ada satu pasien lainnya yang juga berasal dari Grogol meninggal dunia pada pekan lalu. Pasien ini berstatus suspect corona.

Status KLB Covid-19 itu disampaikan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, seusai melaksanakan rapat koordinasi (rakor) penanganan corona di Menara Wijaya, Senin (23/3/2020).

Basmi Corona di Solo, Warga Mojosongo dan Gandekan Gotong Royong Sterilkan Lingkungan

Satu warga Grogol yang positif corona menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi, Solo.

Seusai penetapan KLB corona tersebut, berbagai upaya dilakukan untuk memperlambat persebaran virus corona di Sukoharjo. Upaya itu di antaranya penutupan tempat hiburan untuk mendukung social distancing.

Selain itu, sejumlah desa memanfaatkan dana desa untuk upaya pencegahan dan penanggulangan virus corona. Beberapa desa juga menutup akses jalan kampung untuk mencegah keluar masuknya orang yang tidak dikenal.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho