Tutup Iklan
F.X. Hadi Rudyatmo (JIBI/Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah elemen masyarakat di Kota Solo merencanakan kegiatan tasyakuran dan doa bersama terkait agenda pelantikan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Salah satunya, tasyakuran oleh Komunitas Kami Bersama Jokowi yang akan digelar di Plaza Manahan Minggu (20/10/2019 siang.

Kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 500 orang dengan diisi beberapa acara seperti potong gundul massal, pembagian bunga, pelepasan 2.000 ekor burung emprit, flashmob, dan pemotongan tumpeng. Acara dimulai sekitar pukul 12.00 WIB.

“Konsep acaranya pesta rakyat, tasyakuran. Ada 500 orang yang kemungkinan hadir. Untuk potong gundul nanti saya yang pertama dilanjutkan yang lain. Kami tidak undang keluarga Pak Jokowi,” tutur Yuli Asri Sukanti, salah seorang panitia acara, Kamis (17/10/2019).

Selain itu, ada juga agenda nonton bareng pelantikan Presiden dan Wapres di Plaza Pasar Ngarsopuro gelaran Forum Solo Kompak untuk Indonesia. Acara yang diagendakan pada Minggu pukul 14.00 WIB akan diisi hiburan seperti oleh Ketoprak Ngampung.

Namun demikian, syukuran pelantikan Jokowi-Ma'ruf takkan digelar oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo. Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo menyatakan tasyakuran terkait dilantiknya pasangan Jokowi-Ma'ruf cukup dilakukan secara pribadi di rumah masing-masing.

“Silahkan saja tasyakuran di rumah masing-masing, sehingga tidak mengganggu masyarakat,” ujar dia, Senin (14/10/2019).

Rudy, sapaan akrab Wali Kota Solo, menampik tidak adanya kegiatan tasyakuran lantaran ada sesuatu. Menurut dia selama ini PDIP Solo memang tidak pernah menggelar tasyakuran terkait pelantikan Presiden dan Wapres.

“Dari dulu kita kan tidak tasyakuran,” kata dia.

Disinggung kemungkinan adanya kader PDIP yang melakukan konvoi kendaraan, Rudy menjamin tidak ada.

Bila pada praktiknya ada kader PDIP atau warga Solo yang konvoi kendaraan sebagai wujud syukur dilantiknya Jokowi-Ma'ruf, menurut dia, hal itu menjadi urusan aparat keamanan. Bila mengganggu masyarakat polisi bisa melakukan penertiban.

“Saya jamin 1.000 persen tidak ada [konvoi kader PDIP]. Tapi kalau sampai ada pasti ditangkap polisi. Masuk kandang karena urusannya dengan aparat keamanan. Sebab konvoi kendaraan terkait lalu lintas dan bisa mengganggu masyarakat,” urai dia.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten