PDIP SOLO : Rudy Ancam Mundur dari Jabatan Ketua DPC PDIP
F.X. Hadi Rudyatmo (JIBI/Solopos/Dok)

PDIP Solo memprotes keputusan DPD PDIP Jateng terkait penetapan ketua PAC di Banjarsari dan Laweyan. Rudy pun mengancam mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDIP Solo.

Solopos.com, SOLO — Ketua DPC PDIP Solo F.X. Hadi Rudyatmo bahkan siap mundur sebagai calon ketua DPC maupun calon wali kota (cawali). Rudy bahkan mengancam tak mau lagi ikut campur dalam urusan partai berlambang banteng moncong putih, termasuk pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang.

Sikap Rudy itu merupakan buntut polemik dua musyawarah anak cabang (Musancab) di wilayah Banjarsari dan Laweyan. Rudy menyebut ketua pimpinan anak cabang (PAC) yang ditetapkan DPD PDIP tidak fair.

DPD menetapkan Ketua PAC Banjarsari Roy Darmadi, Sekretaris Joko Santoso dan Bendahara Suwanto. Sementara PAC Laweyan, duduk sebagai Ketua PAC Jajang Sumaryono, Sekretaris Jumay Rustianto dan Bendahara Yugo Agung.

Padahal sesuai SK DPP Nomor 066 dan SK Nomor 067 mestinya enam calon ketua PAC dinyatakan gugur lantaran Musancab berakhir deadlock.

“Namun yang terjadi, DPD justru menurunkan nama itu lagi. Jelas surat DPD itu kami langsung tolak. Kami tidak menerima surat keputusan DPD,” ujar Rudy kepada wartawan di sela-sela peresmian Pasar Sibela Mojosongo, Jumat (13/3/2015).

Menurut Rudy, hal ini berimbas pada pelaksanaan Konfercab untuk memilih ketua DPC PDIP Kota Solo. DPC PDIP menurut dia sepakat tak akan menggelar Konfercab tersebut.

“Silahkan kalau mau diberi sanksi. Saya siap mundur sebagai Ketua DPC dan calon ketua DPC maupun calon wali kota,” ancam Rudy.

Sekretaris DPC PDIP Teguh Prakosa mengatakan kepengurusan DPC PDIP saat ini masih sah memimpin partai hingga berakhirnya tahun 2015.

Teguh mengatakan penolakan menggelar Konfercab bukan sebagai bentuk pembangkangan terhadap partai. DPC PDIP hanya ingin meluruskan apa yang dilakukan DPD dengan menetapkan kepengurusan dua PAC.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom