Tutup Iklan
Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) dan Ma\'ruf Amin (kiri) melambaikan tangan sebelum berangkat menuju Bandara Halim Perdanakusuma untuk memberikan keterangan pers terkait putusan sengketa hasil Pilpres 2019 di MK, Jakarta, Kamis (27/6/2019). (Antara-Akbar Nugroho Gumay)

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Utut Adianto mengatakan partainya tidak ingin memaksakan penempatan kader partainya sebagai https://news.solopos.com/read/20190703/496/1003046/jokowi-disarankan-angkat-budiman-sudjatmiko-emil-dardak-jadi-menteri" target="_blank" rel="noopener">menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf. Dia menyebut yang dibutuhkan saat ini adalah pemerintah memenuhi janji kampanyenya.

"Kalau buat partai, keberhasilan menempatkan kader adalah keberhasilan. Namun kita jangan sampai memaksakan karena kita butuh pemerintah yang bisa memenuhi janji kampanyenya," kata Utut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Dia mengatakan, orang yang paling tahu kebutuhan menteri adalah Presiden terpilih Jokowi dan PDIP menyiapkan kader terbaiknya untuk menempati posisi menteri. Utut juga menyinggung soal parpol pengusung yang sudah terang-terangan meminta jatah menteri kepada Jokowi.

Namun dia menekankan, yang diutamakan adalah kader yang memiliki kemampuan mengeksekusi sebuah kebijakan, bukan hanya kemampuan berbicara. "Kalau melihat teman-teman https://news.solopos.com/read/20190702/496/1002685/bawa-gerbong-pkb-temui-jokowi-muhaimin-bantah-minta-jatah-menteri" target="_blank" rel="noopener">PKB ancer-ancernya 10 menteri, nanti biar Bu Megawati bicara khusus dengan Pak Jokowi," ujarnya.

Selain itu, menurut dia PDIP belum membuat kajian pos-pos kementerian mana saja yang ke depannya harus ditempati kadernya. Dia menjelaskan dirinya membedakan ada pos-pos https://news.solopos.com/read/20190703/496/1003012/3-menteri-ini-diprediksi-bakal-dicopot-jokowi" target="_blank" rel="noopener">menteri yang menguatkan elektoral bagi partai dan secara ideologi partai membantu rakyat.

"PDIP adalah partai bukan hanya sebagai alat untuk memperoleh elektoral setinggi-tingginya namun partai kalau bisa soal kesejahteraan masyarakat," katanya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten