PDIP Boyolali Usung Said & Irawan di Pilkada 2020, Target Menang 80%

PDIP Boyolali optimistis memperoleh suara di atas 80%, ketika pilkada berlangsung di masa pandemi Covid-19.

SOLOPOS.COM - PDIP Boyolali menggelar jumpa pers terkait persiapan pilkada 2020, Selasa (4/8/2020). Pasangan Said-Irawan resmi diusung PDIP Boyolali sebagai cabup dan cawabup pada pilkada 2020. (Bayu Jatmiko Adi/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Boyolali, secara resmi memperkenalkan calon kepala daerah yang diusung di Pemilihan Bupati 2020, Selasa (4/8/2020). PDIP mengajukan Muhammad Said Hidayat dan Wahyu Irawan sebagai calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) yang diusung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020.

Asisten Rumah Tangga Bupati Boyolali Positif Covid-19, Tercatat Sebagai Kasus 217

PDIP Boyolali optimistis memperoleh suara di atas 80%, meski pilkada berlangsung di masa pandemi Covid-19.

Pada Selasa pagi, DPC PDIP Boyolali menggelar jumpa pers kaitannya dengan cabup dan cawabup yang diusungnya. Ketua DPC PDIP Boyolali, S. Paryanto, menyampaikan pengusungan pasangan Said-Irawan telah sesuai dengan rekomendasi partai.

"Sudah dipastikan calon tunggal yang diusung PDIP Boyolali, yakni nama-nama yang telah kami sebutkan [Said-Irawan], dan kemarin gambar pasangan calon sudah kami pasang di sejumlah tempat. Ini untuk bukti bahwa kami sudah bersiap menghadapi tanggal 9 Desember nanti," kata dia, Selasa.

Meski dimungkinkan pasangan dari PDIP Boyolali Said dan Irawan nantinya akan menghadapi bumbung kosong, Paryanto, mengatakan persiapan tetap dimaksimalkan. Mulai dari konsolidasi di tingkat bawah, sosialisasi ke masyarakat hingga komunikasi dengan partai pendukung.

Boyolali Tambah 9 Kasus Positif Covid-19 Lagi, 1 Meninggal

Didukung Partai Lain

Paryanto mengatakan pada pilkada tahun ini, PDIP didukung oleh beberapa partai yang lain, di antaranya adalah Partai Golkar, PKB, PPP, Partai Nasdem dan Partai Gerindra.

"Secara legal formal perolehan suara kami di parlemen sudah sangat bisa maju sendiri. Tapi ada beberapa partai yang sudah berkomunikasi politik dengan kami untuk menjadi partai pendukung. Meski begitu sudah kami tegaskan kami tidak ada kompensasi apapun, kecuali untuk satu komitmen demi kemajuan Boyolali," lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, saat ini ada 45 kursi di DPRD Boyolali. Sebanyak 35 di antaranya sudah diduduki PDIP. Kemudian sisanya adalah empat kursi untuk Partai Golkar, tiga kursi untuk PKS, dua kursi untuk PKB dan satu kursi untuk Gerindra.

Ini Keistimewaan Kue Cucur Pranggong Boyolali yang Tembus Pasar Nasional

Sementara terkait pelaksanaan pilkada yang dimungkinkan berlangsung di tengah pandemi Covid 19, Paryanto mengatakan akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kami sosialisasi dulu terkait pasangan calon. Kami sampaikn dengan prosedur kesehatan. Sudah kami siapkan lini-lini di lapangan. Nanti kami siapkan tim-tim di lapangan termasuk regu penggerak pemilih, untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam memberikan hak pilihnya. Corona ini tentu perlu diwaspadai tapi jangan terlalu ditakuti, selama protokol kesehatan dijalankan," kata dia.

Dia mengatakan meski nantinya pasangan calon yang diusingnya menjadi calon tunggal, pihaknya tidak ingin bersantai.

Hati-hati! Perkembangan Anak yang Sebenarnya Normal Bisa Terlambat karena Ini

Pihaknya juga akan melihat pelaksanaan pilkades pada Agustus ini untuk melihat partisipasi masyarakat terhadap pesta demokrasi. Namun pihaknya optimistis antusias masyarakat untuk menyampaikan haknya di pilkada nanti tetap tinggi. Dia juga optimistis pemerolehan suara pada pilkada nanti bisa mencapai 90%.

Pernyataan Said

Cabup Boyolali dari PDIP, Muhammad Said Hidayat, dalam kesempatan itu menyampaikan rasa terimakasihnya kepada PDIP dan ketua umum partai yang telah memberikan rekomendasi.

"Kami sampaikan terimakasih, telah memberi rekomendasi kepada kami untuk menjadi pasangan cabup dan cawabup untuk periode yang akan datang. Kami mohon doa restu semoga ke depan bisa menjalankan amanah yang diberikan dari partai, dari daerah, untuk melanjutkan pembangunan di Boyolali," kata dia.

Diminta Dicabut, Larangan Anak Di Bawah 15 Tahun Masuk Pusat Belanja Di Solo Justru Diperpanjang

Hal yang sama juga disampaikan cawabup dari PDIP, Wahyu Irawan. "Kami mohon dukungan masyarakat. Beri kami kesempatan melanjutkan pembangunan di Boyolali," kata dia.

Sementara itu Ketua KPU Boyolali, Ali Fahrudin, mengatakan tahapan pendaftaran cabup dan cawabup akan dilakukan tanggal 4-6 September 2020. "Nanti, Kamis [6/8/2020] akan kami undang semua partai politik untuk sosialisasi pencalonan," kata dia.

Sedangkan untuk Boyolali pada pilkada tahun ini tidak ada pasangan cabup dan cawabup yang maju secara independen.

Berita Terbaru

Bawaslu Boyolali: ASN Harus Netral!

Solopos.com, BOYOLALI -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Boyolali mengimbau kepada Aparatur Sipil Negara atau ASN maupun kepala desa dan...

2 Paslon di Pilkada Wonogiri Sama-Sama Gunakan Kata "Nyawiji" pada Alat Peraga Kampanye

Solopos.com, WONOGIRI -- Kedua pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Wonogiri telah meyerahkan desain alat peraga kampanye (APK)...

Diduga Tak Netral di Pilkada & Dipanggil Bawaslu, 4 Kades di Klaten Disuruh Klarifikasi

Solopos.com, KLATEN — Keempat kepala desa (kades) yang dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten lantaran dugaan tak netral di...

Catat! Ini Lokasi Lengkap Kampanye Calon Bupati & Wakil Bupati Klaten

Solopos.com, KLATEN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten telah menetapkan lokasi untuk dijadikan sebagai tempat kampanye calon bupati dan...

Sudah Berjalan 4 Hari, Kampanye di Pilkada Klaten Masih Sepi

Solopos.com, KLATEN — Kampanye para pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati di Pilkada Klaten 2020 di Klaten dinilai masih sepi....

Laporan Awal Dana Kampanye Pilkada Wonogiri: Josss Rp1 juta, Harjo Rp100.000

Solopos.com, WONOGIRI -- Dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Wonogiri telah membuat Laporan Awal Dana Kampanye (LADK). Berdasarkan...

Diduga Tak Netral di Pilkada Klaten, 4 Kades Dipanggil Bawaslu

Solopos.com, KLATEN — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten kebanjiran laporan dugaan kepala desa (kades) yang tak netral di awal...

Bawaslu Solo Minta Paslon 01 Dan 02 Laporkan Agenda Kampanye

Solopos.com, SOLO -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo meminta pasangan cawali-cawawali dan tim pemenangannya tertib melaporkan setiap agenda...

116.723 Calon Pemilih Pilkada Solo 2020 Masih Lajang Loh...

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 116.723 orang, atau 28 persen dari total daftar pemilih sementara atau DPS Pilkada Solo 2020...

Laporkan Dana Awal Kampanye Pilkada Solo Nol Rupiah, Begini Penjelasan Tim Bajo

Solopos.com, SOLO -- Sekretaris tim pemenangan pasangan calon independen Pilkada Solo, Bagyo Wahyono-FX Supardjo alias Bajo, Danik Prawitasari, memberikan...