Dirtek Perumda Air Minum Toya Wening Solo, Tri Atmojo, memeriksa air dari pipa pembuangan pabrik PT Mahkota Citra Lestari, Rabu (17/10/2018) siang. (Solopos-Irawan Sapto Adhi)

Solopos.com, SOLO -- Perumda Air Minum Toya Wening (http://soloraya.solopos.com/read/20181017/489/946502/polisi-selidiki-pelanggaran-pidana-pencemaran-air-pdam-solo-di-banyi" title="Polisi Selidiki Pelanggaran Pidana Pencemaran Air PDAM Solo di Banyuanyar">PDAM) Solo menjamin kualitas air minum yang tersalur ke pelanggan wilayah RT 002, RT 003, dan RT 004/RW 012 Kelurahan Banyuanyar, Banjarsari, kini sudah bersih sesuai standar baku mutu Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010.

Sebelumnya, air PDAM di kawasan tersebut sempat tercemar sehingga berubah warna menjadi merah. Belakangan terungkap pencemaran itu berasal dari limbah pabrik obat kimia tekstil di Banyuanyar.

Pabrik tersebut memasang pipa pembuangan limbah yang terkoneksi dengan pipa PDAM. Masalah itu tengah ditangani kepolisian.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) Perumda Air Minum Toya Wening Solo, Bayu Tunggul, menyebut Perumda Air Minum telah mengecek kandungan air minum di rumah warga Banyuanyar baik saat berubah warna menjadi merah maupun saat jernih setelah pipa pabrik PT Mahkota Citra Lestari yang menyambung ke jaringan pipa Perumda dipotong.

Perumda Air Minum mengecek kualitas air minum di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

Bayu membeberkan hasil pengecekan kondisi air minum layanan Perumda Air Minum tersebut, yakni dipastikan sesuai baku mutu untuk air yang keluar setelah 22 Oktober 2018.

Dia membenarkan kualitas air minum yang keluar di rumah warga sebelum http://soloraya.solopos.com/read/20181021/489/947342/pabrik-kimia-cemari-air-pdam-solo-polisi-temukan-unsur-kesengajaan" title="Pabrik Kimia Cemari Air PDAM Solo, Polisi Temukan Unsur Kesengajaan">Perumda Air Minum mendatangi pabrik pengolahan obat kimia tekstil pada Rabu (17/10/2018) lalu masuk kategori di bawah baku mutu.

Namun, dia enggan membeberkan lebih lanjut mengenai persoalan itu karena Perumda Air Minum ingin lebih dulu menyampaikan hasil uji lab kualitas air itu ke Polda Jawa Tengah (Jateng).

Uji Laboratorium

"Kami belum bisa mempublish hasil uji lab kandungan air yang diambil di rumah warga sebelum konangan [mendapati pabrik tekstil membuang limbah ke jaringan Perumda Air Minum]. Kami sampaikan dulu ke Polda. Yang jelas untuk hasil uji lab pada air setelah pipa dipotong dan dikuras per tanggal 22 Oktober, airnya kini sudah sesuai baku mutu Permenkes," jelas Bayu saat diwawancarai Solopos.com, Kamis (25/10/2018).

Karena kualitas air yang keluar di rumah warga ditemukan sudah kembali sesuai baku mutu, Perumda Air Minum mempersilakan warga Banyuanyar memanfaatkan lagi air tersebut untuk keperluan sehari-hari.

Sesuai Pemenkes No. 492/2010, air minum dinyatakan sesuai dengan baku mutu jika memenuhi parameter yang berhubungan dengan kesehatan, dan parameter yang tidak langsung berhubungan dengan kesehatan.

Parameter yang berhubungan dengan http://soloraya.solopos.com/read/20181022/489/947651/wali-kota-perintahkan-pabrik-kimia-cemari-air-pdam-solo-ditutup" title="Wali Kota Perintahkan Pabrik Kimia Cemari Air PDAM Solo Ditutup ">kesehatan yang diteliti, yakni parameter kandungan Mikrobiologi dan Kimia Anorganik. Sedangkan parameter yang tidak langsung berhubungan dengan kesehatan, yaitu parameter fisik dan kimia.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Solopos.com, kandungan bahan kimia tekstil pada cairan limbah pabrik PT Mahkota Citra Lestari bernama Rhodapex ESB-70/MU

Bahan ini termasuk Piktogram dan berbahaya. Pernyataan Bahaya atas bahan tersebut, yaitu H302 Berbahaya jika tertelan, H315 Menyebabkan gangguan pada kulit, H318 Menyebabkan kerusakan mata berat, dan H401 Beracun bagi makhluk air.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten