Pengambilan sampel air baku PDAM Solo di tempuran Kali Samin dan Sungai Bengawan Solo, Rabu (11/9/2019). (Solopos-Mariyana Ricky P.D.)

Solopos.com, SOLO -- Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo mengambil sampel air baku di empat lokasi, Rabu (11/9/2019). Hal itu dilakukan lantaran air baku Sungai Bengawan Solo yang akan diolah menjadi air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi Solo kembali berbau alkohol atau ciu akibat limbah industri etanol.

Ketiga lokasi pengambilan sampel air baku adalah Kali Samin, tempuran Kali Samin dan Sungai Bengawan Solo, sebelum tempuran Kali Samin dan Sungai Bengawan Solo, serta di dekat saluran intake IPA Semanggi.

Sebagai gambaran, Kali Samin berjarak satu kilometer dari tempuran Kali Samin dan Sungai Bengawan Solo. Sedangkan tempuran tersebut berjarak satu kilometer dari intake IPA Semanggi.

“Kalau dilihat dari jarak yang berjauhan sepertinya limbah dari Kali Samin bisa jadi enggak tercampur saat sampai intake. Ternyata ikut tercemar, artinya limbah ini sangat pekat sekali. Kandungan limbah dengan air bersihnya lebih banyak limbah. Sulit sekali diolah,” terang Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Toya Wening, Tri Atmojo Sukomulyo, ditemui di sela-sela pengambilan sampel, Rabu.

Dia menjelaskan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 492/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum terdapat puluhan jenis parameter yang diatur. Tiap jenis parameter diatur berbeda untuk air minum dan air bersih.

Secara fisik, keduanya tidak boleh berbau dan tidak boleh berasa. Untuk warna diukur dengan skala TCU (True Color Unit), maksimal: air bersih 50 TCU, air minum 5 TCU.

“Air baku yang diambil di dekat intake kemarin warnanya mencapai 90 TCU, sehingga tidak bisa diolah,” kata dia.

Saat ini, pihaknya bersiap melakukan dropping lantaran sisa air olahan di reservoar IPA Semanggi tinggal 4.000 meter kubik. Jumlah itu hanya cukup dialirkan ke ribuan pelanggan sampai pukul 16.00 WIB. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten