Memanfaatkan Air PDAM

PDAM Gunungkidul butuh lebih dari Rp10 miliar untuk peremajaan instalasi

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Handayani membutuhkan anggaran besar untuk peremajaan jalur pipanisasi di wilayah Gunungkidul. Gara-gara pipa yang mulai usang kebocoran yang terjadi sebesar 25%, padahal batas toleransi maksimal hanya 20%.

“Pipa kita sudah usang dan berusia sekitar 30 tahun, jadi kita butuh peremajaan. Apalagi bahan pipa yang terbuat dari asbes memperparah kerusakan itu,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Isnawan Fibrianto kepada wartawan, Rabu (19/8/2015).

Dia mengaku belum bisa menjelaskan detail pasti kebutuhan perbaikan di seluruh jaringan instalasi milik PDAM. Namun khusus untuk jalur pipanisasi di wilayah perkotaan membutuhkan biaya Rp10 miliar. Jumlah ini bisa lebih besar lagi, karena estimasi tersebut hanya untuk di jalur utama, sedangkan di jalur-jalur kecil belum masuk hitungan.

“Estimasi Rp10 miliar hanya untuk kebutuhan di wilayah perkotaan. Jika mencakup seluruh area maka biaya untuk perbaikan bisa lebih tinggi lagi,” ungkapnya.

Isnawan mengatakan, proses perbaikan akan dilakukan secara bertahap. Untuk saat ini, upaya peremajaan difokuskan di wilayah perkotaan. Guna mewujudkan hal tersebut, ia mengaku sudah melakukan koordinasi mulai dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah DIY dan Pemerintah Pusat.

“Mudah-mudahan upaya perbaikan bisa disetujui sehingga upaya peningkatan kualitas bisa terwujud,” kata Isnawan lagi.

Lebih jauh dikatakan Isnawan, kebocoran pipa PDAM Tirta Handayani ada 25%. Jumlah ini melebihi batas toleransi kebocoran, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 47/1999, pemerintah menetapkan batas kebocoran maksimal sebesar 20%.

“Untuk perawatan jangka pendek, setiap ada kerusakan jaringan langsung kita perbaiki. Target perbaikan juga dilakukan saat hari itu juga,” tutur Isnawan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten