PD Aneka Usaha Kota Madiun Takkan Ditutup Meski Kondisi Mengkhawatirkan
Ilustrasi antrean di SPBU. (Bisnis-Rachman)

Madiunpos.com, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun tidak akan menutup Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha meski kondisi perusahaan tersebut cukup mengkhawatirkan. Ada tiga usaha yang dijalankan PD Aneka Usaha namun hanya satu usaha yang mampu berkontribusi cukup baik.

PD Aneka Usaha merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Madiun. Tiga usaha yang dijalankan PD ini yaitu SPBU, percetakan, dan bengkel. Dari ketiga usaha yang dijalankan, hanya usaha jual beli BBM yang sanggup memberikan keuntungan kepada kas daerah.

Wali Kota Madiun, Sugeng Rismiyanto, mengatakan saat ini kondisi PD Aneka Usaha memang cukup mengkhawatirkan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Dia mengakui dua dari tiga unit usaha yang dijalankan Aneka Usaha memang belum berjalan optimal. Salah satu penyebabnya alat-alat yang ada di usaha percetakan sudah usang sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

"Tidak menutup kemungkinan alat-alat di percetakan akan diperbarui. Untuk permodalan bisa diajukan ke pemerintah. Tentu harus melalui tahapan yang prosedural," kata Sugeng kepada wartawan di gedung DPRD Kota Madiun, Rabu (12/9/2018).

Dia menyebut sebenarnya usaha percetakan dan usaha perbengkelan yang dijalankan Aneka Usaha tidak rugi. Kedua usaha ini setiap tahun membukukan keuntungan, namun keuntungannya sangat kecil.

Dirut PD Aneka Usaha Kota Madiun, Sutrisno, mengatakan PD Aneka Usaha saat ini mengelola tiga bidang usaha. Dia mengklaim saat ini ketiga usaha yang dijalankan mulai berkembang.

Dia menuturkan pihaknya saat ini lebih mengoptimalkan usaha SPBU terlebih dahulu. Tahun 2017 lalu, dua SPBU milik PD Aneka Usaha mendapat keuntungan mencapai Rp741 juta.

Menurut dia, keuntungan di sektor usaha SPBU ini akan meningkat pada tahun ini. Sebab hingga Agustus 2018, perusahaan telah mencatat keuntungan mencapai Rp750 juta.

"Berbagai infrastruktur telah kami benahi. Kami ingin membangkitkan kepercayaan masyarakat. Perbaikan SPBU salah satunya di Jl. Basuki Rahmad. Perbaikan meliputi kamar mandi dan tempat istirahat," jelas dia dalam siaran pers Pemkot Madiun.

Sutrisno menuturkan keuntungan lebih dari usaha SPBU ini digunakan untuk membantu operasional dua usaha lain. Dia mengakui dua usaha lainnya memang belum optimal.

Dia mencontohkan usaha bidang percetakan yang dikelola mendapatkan penghasilan mencapai Rp100 juta. Namun, pendapatan ini habis untuk membiayai operasional usaha.

"Masalah di percetakan cukup kompleks. Alat-alatnya sudah lama. Apalagi saat ini usaha percetakan juga terbentur zaman yang sudah serba paperless," jelas Sutrisno. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom