Kategori: Internasional

Paus Fransiskus Doakan Yerusalem Damai


Solopos.com/Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com

Paus Fransiskus berdoa agar Yerusalem damai setelah keputusan Donald Trump mengakuinya sebagai ibu kota Israel.

Solopos.com, SOLO – Sejumlah pemimpin dan tokoh politik dunia mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Rabu (6/12/2017). Langkah ini bertentangan dengan resolusi PBB yang bisa memperparah konflik paling berdarah di dunia.

Keputusan ini membuat pemimpin tertinggi agama Katolik, Paus Fransiskus, khawatir. Dia menilai pengumuman itu memicu ketegangan baru di Kota Suci dan bersejarah yang dipuja orang-orang Yahudi, Kristen, dan Islam.

"Saya sangat prihatin dengan keputusan tersebut. Saya berharap semua orang menghormati status quo Yerusalem. Yerusalem adalah kota yang unik dan sakral bagi orang Yahudi, Kristen, dan Islam. Ini adalah tempat semua agama dihormati. Saya berdoa kepada Tuhan agar tempat ini selalu aman dan damai," ungkap Paus Fransiskus seperti dikutip Solopos.com dari CNN, Jumat (8/12/2017).

Ungkapan tersebut juga dituliskan melalui media sosial milik Paus Fransiskus, @franciscus. Dalam unggahan itu memperlihatkan foto Paus Fransiskus yang berdoa di dinding Kota Yerusalem. "Yerusalem adalah kota yang unik, suci, dan memiliki panggilan khusus untuk perdamaian. Saya berdoa kepada Tuhan agar statusnya tetap bertahan demi kepentingan Timur Tengah dan seluruh dunia," tulisnya sebagai caption.

Doa Paus Fransiskus untuk Yerusalem (Instagram @franciscus)

Senada dengan Paus Fransiskus, sejumlah pemimpin komunitas Kristen di Yerusalem mengirimkan surat terbuka kepada Donald Trump. Melalui surat itu, mereka menegaskan keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel akan menimbulkan konflik berkepanjangan.

"Kami meminta Anda untuk membuat kehidupan lebih baik dengan banyak cinta dan perdamaian. Kami hanya meminta Amerika Serikat meenghormati status quo Yerusalem. Berikan kami berjalan di tempat yang damai," demikian cuplikan isi surat tersebut.

 

Share
Dipublikasikan oleh
Septina Arifiani