Patut Dicontoh, 14 Perusahaan di Sragen Jadi Sahabat Anak

14 Perusahaan di Sragen membentuk Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI). Mereka menawarkan beragam fasilitas kepada anak-anak.

 Aktivis Yayasan Setara Semarang, Yuli Sulistyanto, memberi penjelasan tentang penguatan keluarga kepada para anggota Puspaga Sragen di Aula Opsroom Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Selasa (13/9/2022). (Istimewa/Diah Nursari)

SOLOPOS.COM - Aktivis Yayasan Setara Semarang, Yuli Sulistyanto, memberi penjelasan tentang penguatan keluarga kepada para anggota Puspaga Sragen di Aula Opsroom Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Selasa (13/9/2022). (Istimewa/Diah Nursari)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 14 perusahaan di Kabupaten Sragen bersepakat membentuk Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI). Mereka berkomitmen memberikan beragam fasilitas kepada anak-anak di Kabupaten Sragen.

Penjelasan itu diungkapkan Aktivis Perlindungan Anak dan Perempuan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sragen, Diah Nursari, saat berbincang dengan Espos, Selasa (13/9/2022). Diah menerangkan APSAI sudah dibentuk di Sragen pada 2021 dan perannya memberi fasilitas dalam bentuk diskon bagi pemegang kartu identitas anak (KIA) dan fasilitas lainnya bagi anak.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Peran APSAI ini untuk pemenuhan hak-hak anak. Seperti pemilik Papa Kokies Sragen. Mereka memberi diskon bagi anak dengan menunjukkan KIA setiap membeli roti. Perusahaan Awal Mandiri Sragen juga memberi diskon untuk pembelian alat tulis. Pihak rumah sakit ada yang memberikan program dokter anak. Radio Buana Asri memiliki program jurnalisme anak dan seterusnya,” jelasnya.

APSAI merupakan satu di antara sejumlah organisasi sahabat anak. Pegiat Yayasan Setara Semarang, Yuli Sulistyanto, saat berbincang dengan Solopos,com, Selasa siang, menambahkan, organisasi-organisasi peduli anak ini harusnya bisa bersinergi dan berkolaborasi.

Baca Juga: Jalan Panjang Duta GenRe Sragen Tekan Angka Pernikahan Dini

Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) juga harus ikut berkolaborasi dengan APSAI dalam perannya membentuk ketahanan keluarga. “Untuk Puspaga ini harus ada satu langkah konkret dan harus merumuskan program strategis setahun ke depan. Program ini harus mengkaitkan dengan mitra strategis. Misalnya Fatayat punya program pencegahan dan penguatan keluarga, Aisyiyah punya, dan PKK juga punya. Program mitra strategis itu diramu menjadi program kolaboratif,” ujar Yuli seusai mengisi pelatihan para kader Puspaga Kabupaten Sragen.

Dia meminta Puspaga menjadi tukang potret, yakni mendokumentasikan kegiatan atau program yang berjalan dan yang dilakukan anggota Puspaga dalam kerangka memperkuat keluarga.

Dia melihat perlu adanya instrumen dan ruang-ruang untuk menyelaraskan, mulai dari mencegah, pengurangan risiko, dan merujuk bila ditemukan persoalan berat di keluarga. Untuk menjalankan pelayanan itu, kata dia, Puspaga harus punya tenaga full time, yang selalu siaga di Sekretariat Puspaga di Nglorog.

Baca Juga: 149 Anak Karanganyar Ajukan Dispensasi Nikah, Mayoritas karena Hamil Duluan

“Di sekretatariat itu harus ada tenaga konselor dan administrasi. Ketika ada orang datang butuh konsultasi maka Puspaga bisa melayani, seperti kasus anak dan kasus keluarga lainnya. Puspaga juga harus mampu menjangkau masyarakat. Kalau tidak ada laporan maka berarti ada yang terputus dalam penyebarluasan informasi ke masyarakat,” jelasnya.

Yuli mengatakan edukasi masyarakat penting supaya mereka berani melapor ketika muncul kasus anak di lingkungan mereka.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Harga Kedelai Melambung, Bakul Tahu di Sragen Mengeluh

      Para bakul tahu di Sragen terpaksa harus mengurangi ukuran tahu agar bisa mendapatkan laba meskipun para pembeli juga mengeluh.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Ganti Musim, BPBD Karanganyar: Waspada Bencana Alam

      Hujan dengan intensitas rendah, sedang, hingga lebat sudah terjadi di wilayah Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

      Sudah Musim Penghujan, BPBD Sragen Masih Lakukan Dropping Air

      Kepala BPBD Sragen, Agus Cahyono, mengatakan dropping air dilakukan di wilayah sisi utara Bengawan Solo.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak di sini.

      Ustaz Adi Hidayat akan Isi Pengajian Muktamar Muhammadiyah Solo Akhir Pekan Ini

      Tabligh Akbar itu bakal diikuti warga persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya secara daring dan luring. Diperkirakan ada 100.000 jemaah yang bakal mengikuti acara.

      Agenda Solo Hari Ini: Fashion Show By Sosialita di SBF, Krenova di STP

      Agenda Kota Solo hari ini, Rabu (5/10/2022), akan ada Fashion Show By Sosialita di Solo Batik Fashion, Krenova Subosukawonosraten di Solo Technopark dan wayang orang di GWO Sriwedari.

      Stok Vaksin Covid-19 di Solo Habis, Ini Langkah Wali Kota Gibran

      Stok vaksin Covid-19 di Solo habis sejak awal Oktober dan sudah mengajukan stok ke Dinkes Jateng

      Tekan Inflasi, Klaten Galakkan Tanam Sejuta Pohon Cabai

      Pemkab Klaten menggalakkan menanam sejuta pohon cabai sebagai upaya menekan inflasi.

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.

      HUT Ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo Undang Tukang Becak Makan Bersama

      Dalam rangka memperingati HUT ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo mengundang tukang becak, pemulung, penyapu jalanan, dan petugas kebersihan makan bersama.

      Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini: Berawan lalu Gerimis saat Sore

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Rabu (5/10/2022), diprediksi berawan saat pagi hingga siang kemudian hujan dengan intensitas ringan saat sore.

      Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini: Aman! Berawan Pagi hingga Malam

      Prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini, Rabu (5/10/2022) diprediksi berawan sepanjang hari menurut BMKG.