Tutup Iklan
Ilustrasi pencurian. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Patung Eyang Bancolono di Sendang Bancolono, Dukuh Tlogodringo, RT 004/RW 007, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, -karanganyar-disebut-nikmati-rp500-juta-hasil-pembobolan-brankas-luwes-sragen" title="Perempuan Karanganyar Disebut Nikmati Rp500 Juta Hasil Pembobolan Luwes Sragen">dicuri pada Kamis (22/8/2019) pukul 12.15 WIB.

Aksi pencuri itu tepergok istri penjaga sendang. Upaya penangkapan pelaku pun sempat diwarnai aksi kejar-kejaran dan baru terhenti saat pelaku terhalang iring-iringan karnaval.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, pelaku pencurian itu ada tiga orang. Mereka mengambil kepala patung di Sendang Bancolono.

Tiga orang pelaku tercatat sebagai warga Kecamatan Maospati, Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mereka AB, 46, petugas satpam salah satu tambang batubara di Kalimantan Timur (Kaltim), SH, 47, petugas satpam di salah satu bank pelat merah di Kabupaten Madiun, dan AH, 43, buruh.

Para pelaku sudah ditangkap dan dibawa ke Polres -duka-ketua-pn-karanganyar-asminah-meninggal-dunia" title="Kabar Duka: Ketua PN Karanganyar Asminah Meninggal Dunia">Karanganyar tidak lama setelah beraksi. Kejadian bermula saat empat orang terdiri dari tiga lelaki dewasa dan seorang anak kecil datang ke kawasan Sendang Bancolono, Kamis siang.

Mereka mengendarai mobil Honda Brio merah pelat nomor AE 1912 BX. Mereka langsung masuk ke salah satu ruang di kompleks Sendang Bancolono. Sendang Bancolono berada di wilayah perbatasan Karanganyar dengan Magetan.

Sendang Bancolono dijaga pasangan suami-istri, Purharyanto alias Best dan Tri Andriani. Saat kejadian, Purharyanto sedang membersihkan rumput di tebing tidak jauh dari sendang.

Empat orang itu bertemu istri Purharyanto, Tri. Sempat terjadi percakapan di antara mereka. Salah satu pelaku bertanya apakah sendang dijaga orang. Tri menjawab suaminya penjaga Sendang Bancolono.

Kepada Solopos.com melalui telepon, Jumat (23/8/2019), Purharyanto menceritakan tiga menit setelah mereka datang, para pelaku itu keluar sambil membawa sesuatu di dalam tas.

"Kata istri saya, mereka keluar tergesa-gesa. Istri lihat mereka bawa kepala patung," kata Purharyanto.

Purharyanto langsung pulang saat mendengar istrinya berlari ke arah tebing dan berteriak minta tolong. Dia kemudian berupaya mengejar pelaku dengan sepeda motornya.

Selama -karanganyar-dihajar-massa-gara-gara-nyolong-di-sragen" title="Warga Karanganyar Dihajar Massa Gara-Gara Nyolong di Sragen">pengejaran kurang lebih lima kilometer, Purharyanto berteriak maling tetapi tidak ada satu pun orang merespons atau berusaha membantu.

Purharyanto mengaku tidak hafal mobil pelaku, tetapi dia ingat salah satu pelaku mengenakan baju putih, topi, dan memangku anak kecil. Aksi kejar-kejaran diwarnai upaya pelaku menghentikan Purharyanto saat hendak menyalip mobil dari sisi kanan.

Upaya pelaku melarikan diri terhenti karena terjebak rombongan Karnaval Pembangunan di Kecamatan Tawangmangu. Rute karnaval dari depan Pasar Tawangmangu hingga objek wisata Taman Balekambang.

Polisi mengalihkan arus lalu lintas masuk ke jalan kampung. Saat itulah Purharyanto berhasil menghentikan laju mobil pelaku. Sempat terjadi cekcok antara Purharyanto dengan salah satu pelaku.

"Di situ pas ada Banser dan anggota Polsek Tawangmangu sedang pengamanan. Mereka [pelaku] mau belok kanan [masuk jalan kampung]. Langsung saya adang pakai motor. Infonya mau dijual itu [patung]. Tapi enggak tahu sama siapa. Dia bawa martil besar seberat 15 kilogram itu," ujar dia.

Kapolsek Tawangmangu, Iptu Ismugiyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, membenarkan kejadian tersebut. Tetapi Kapolsek enggan memberikan keterangan detail karena kasus tersebut ditangani Satuan Reskrim Polres Karanganyar.

Is, sapaan akrabnya, menyampaikan anggota Polres Karanganyar dan Inafis Polres Karanganyar sudah mengecek ke tempat kejadian perkara (TKP).

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten