Pasutri Korban Tragedi Kanjuruhan Dimakamkan di Satu Liang Lahat

Pasangan suami istri (pasutri) korban tragedi Stadion Kanjuruhan, M. Yulianton, 40, dan Devi Ratna Sari, warga RT 014/RW 008 Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dimakamkan dalam satu liang lahat di TPU Mergan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (2/10/2022).

 Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan dalam kericuhan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.  Polda Jatim mencatat jumlah korban jiwa dalam kerusuhan tersebut sementara sebanyak 127 orang. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.

SOLOPOS.COM - Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan dalam kericuhan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Polda Jatim mencatat jumlah korban jiwa dalam kerusuhan tersebut sementara sebanyak 127 orang. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.

Solopos.com, MALANG — Pasangan suami istri (pasutri) korban tragedi Stadion Kanjuruhan, M. Yulianton, 40, dan Devi Ratna Sari, warga RT 014/RW 008 Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dimakamkan dalam satu liang lahat di TPU Mergan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (2/10/2022).

Rudi, salah satu tetangga korban mengatakan, dirinya begitu kaget saat mendengar kabar kedua korban meninggal saat menyaksikan pertandingan Arema. Kedua korban merupakan warga yang supel dan aktif di lingkungan.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Dia mengenal M. Yulianton yang bekerja sebagai office boy di salah satu rumah sakit sejak lama karena bertetangga, bahkan sejak korban laki-laki masih kecil. “Korban ini baik. Suka menyapa warga, orangnya aktif dalam kegiatan bermasyarakat,” ujarnya.

Baca Juga Tragedi Ricuh Laga Arema FC vs Persebaya

Begitupun dengan sang istri almarhum, Devi Ratna Sari, juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kampung seperti kegiatan senam. “Saya menggerakkan senam, bersama ibu-ibu muda. Istri almarhum aktif juga,” katanya.

Prosesi pemakaman pasutri korban tragedi Stadion Kanjuruhan berjalan lancar dan hikmat. Tampak melayat, kerabat dan tetangga korban. Para pelayat rela berjalan kaki mengantarkan kedua korban yang menggunakan dua keranda ke tempat pemakaman yang berjarak kurang lebih sekitar 1 km dari kediaman korban.

Warga pun nampak kompak secara bergantian memikul dua jenazah korban, sedangkan para pengguna jalan banyak yang bersimpati dan mendoakan kedua korban. Jalanan yang tengah ramai tidak menghalangi kelancaran prosesi menuju makam.

Baca Juga Dua Polisi Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Malang

Para pengguna jalan berinisiatif menepi untuk memberikan jalan kedua jenazah agar lancar menuju makam. Selain itu, para pengguna jalan banyak yang memberikan uang sebagai tanda duka saat perjalanan menuju pemakaman.

Bukan hanya itu saja, dari para pengguna jalan juga tampak banyak yang melontarkan kalimat doa. Kedua korban dimakamkan dalam satu liang lahat. Korban dimasukkan satu persatu dalam liang lahat.

Warga bergotong-royong menurunkan jenazah ke liang lahat dan memasang nisan di pemakaman pasangan suami istri itu. Setelah itu, mereka dengan khusyuk mendoakan kedua korban.

Baca Juga Polri Dalami Protap Penggunaan Gas Air Mata di Stadion

Gubernur Khofifah melakukan takziah ke dua rumah korban meninggal yang merupakan pasangan suami istri asal Kelurahan Bareng, Malang dan seorang mahasiswa dan menyerahkan santunan kepada kedua keluarga ahli waris korban. Mereka adalah M. Yulianton dan Devi Ratna Sari.

Keduanya meninggalkan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang duduk di bangku kelas 5 SD, Alviansyah. Gubernur Khofifah juga melakukan takziah di kawasan yang sama, ke salah satu korban meninggal lainnya yakni, Angger Aditya Permana, 19.

Pemprov Jatim memberikan santunan takziah masing-masing Rp10 juta dam untuk korban luka berat dalam tindakan diberikan santunan Rp5 juta. Dalam perkembangan lain, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa jumlah korban meninggal dunia tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya sebanyak 125 orang.

Baca Juga Penyelidikan Dimulai, Kapolri Berjanji Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Listyo di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022) mengatakan bahwa sebelum dilakukan pembaruan data, jumlah korban meninggal dunia disebutkan sebanyak 129 orang, namun, setelah proses verifikasi diketahui ada data ganda.

“Terverifikasi jumlahnya dari awal sebelumnya 129 orang, saat ini data terakhir hasil pengecekan jumlahnya 125 karena ada yang tercatat ganda,” kata Listyo.

Listyo menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kejadian yang membuat ratusan orang meninggal dunia tersebut. Pihaknya akan melakukan investigasi secara tuntas peristiwa itu.

Baca Juga Lukas Enembe Beralasan Sakit

Sebelumnya, kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Petugas pengamanan, kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak masuk ke dalam lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

 

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Pasutri Korban Tragedi Kanjuruhan Dimakamkan di Satu Liang Lahat

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Sabtu Ini, Madiun Diperkirakan Diguyur Hujan Disertai Petir

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Sabtu 26 November 2022.

      Inspiratif, Pemuda di Madiun Ini Sukses Kembangkan Produk Perawatan Kendaraan

      Seorang pemuda di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, sukses mengembangkan produk pembersih kendaraan bermotor dan menjadi produk UMKM andalan desa setempat.

      Pakai Google Maps, Ini Kronologi Komplotan Maling Curi Komputer di SMPN 2 Geger

      Polres Madiun membekuk komplotan maling komputer di SMPN 2 Geger yang terjadi pada Agustus 2022.

      Hari Ini, Madiun Diprediksi Hujan dari Pagi hingga Sore

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Jumat 25 November 2022.

      Kader IPNU Mojokerto Diduga Dibunuh, Alami Luka Tusuk & Dibuang di Tepi Jurang

      Seorang kader IPNU bernama Ahmad Hasan diduga menjadi korban pembunuhan dan jasadnya dibuang di tepi jurang di Pacet, Mojokerto.

      Berikut Ini Deretan Motif Batik Khas Madiun, Ada Songsong hingga Porang

      Berikut ini berbagai motif batik khas Madiun yang menarik.

      Sempat Tak Sadarkan Diri, Siswa SD Korban Bully di Malang Masih Dirawat di RS

      Seorang siswa SD di Kabupaten Malang yang menjadi korban perundungan masih dirawat secara intensif di rumah sakit.

      Prakiraan Cuaca Madiun Kamis: Hujan dari Siang hingga Sore Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Kamis 24 November 2022.

      Siswa SD di Malang Dianiaya Kakak Kelas, Ortu: Anak Saya Alami Muntah & Kejang

      Orang tua siswa SD di Malang yang menjadi korban perundungan kakak kelas menceritakan kondisi anaknya.

      Sadis! Siswa Kelas 2 SD di Malang Jadi Korban Bully, Pelakunya Kakak Kelas

      Seorang siswa SD di Malang mengalami luka-luka karena dianiaya kakak kelas.

      Miliki Alam Indah, Wagub Jatim Ajak Warga Soloraya Berwisata ke Madiun Raya

      Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengajak masyarakat di Soloraya untuk berwisata di Madiun Raya saat membuka Jagongan Madiun Raya #2.

      Serem! Sarang Ular Piton Ditemukan di Saluran Rumah Warga Trenggalek

      Petugas Damkar menemukan sarang ular piton di depan rumah warga di Kecamatan Trenggalek.

      Tagana Madiun Bikin 100 Kg Sambal Pecel untuk Dikirim ke Korban Gempa Cianjur

      Sebagai bentuk rasa solidaritas, Tim Tagana Kabupaten Madiun bikin sambal pecel untuk dikirimkan ke korban bencana gempa di Cianjur.

      Jatim Jajaki Kerja Sama Pendidikan, Ekonomi dan Wisata dengan Mesir

      Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang menjajaki dan memperkuat kerja sama bidang pendidikan, ekonomi, dan pariwisata dengan negara Mesir salah satunya melalui rencana penandatangan Letter of Intent (LoI) dengan Gubernur Alexandria pada pekan ini.

      Madiun Diperkirakan Cerah Sepanjang Hari pada Rabu Ini

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun 23 November 2022.