Suryadi, 40, dan Sri Hastuti, 39, pasangan suami istri yang bakal menjadi rival pada Pilkades Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, 13 Maret 2019 mendatang. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Pesta demokrasi memperebutkan kursi jabatan kepala desa (kades) di Klaten diwarnai persaingan pasangan suami istri (pasutri). Selain itu ada pula ibu yang bersaing dengan anaknya pada pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, 13 Maret 2019.

Pasutri yang maju menjadi bakal calon kades (cakades) di antaranya Suryadi, 40, dan Sri Hastuti, 39. Pasangan yang tinggal di Dukuh Candran, Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, tersebut untuk kali pertama menjadi bakal cakades.

Suryadi mendaftar pada 17 Januari lalu atau hari pertama pendaftaran. Sementara Sri Hastuti mendaftar pada hari terakhir pendaftaran yakni 22 Januari. Suryadi menjelaskan saat awal pendaftaran ada pendaftar lain selain dirinya.

Namun, pendaftar lain tersebut mengundurkan diri sebelum penetapan. Sementara Kades Borangan periode 2013-2018, Pitoyo, memilih tak mengikuti kontestasi pilkades kali ini.

Lantaran waktu pendaftaran masih dibuka, Suryadi mengajak istrinya mendaftar sebagai rival dalam pilkades. Hal itu dilakukan lantaran sesuai aturan pilkades minimal diikuti dua cakades.

Jika jumlah calon kurang dari dua orang, pendaftaran pilkades harus diperpanjang atau ditunda pelaksanaanya. Suryadi sudah mempersiapkan diri maju sebagai cakades sejak lima bulan lalu.

Ia termotivasi mendaftar sebagai cakades di Borangan lantaran ingin menyejahterakan masyarakat desa. “Kebijakan-kebijakan sudah kami siapkan dan ditawarkan ke masyarakat. Ini baru pertama maju. Latar belakang pekerjaan saya wiraswasta biasa,” tutur Suryadi saat ditemui wartawan seusai deklarasi Pilkades damai di Kantor Kecamatan Manisrenggo, Kamis (21/2/2019).

Sri Hastuti mengatakan visi dan misi yang diusung sama dengan suaminya. Ia mengikuti rencana suaminya terkait sosialisasi serta kampanye guna mendapatkan dukungan warga meski Sri Hastuti menjadi rival dalam pilkades. “Selama ini saya hanya ibu rumah tangga,” tutur Sri Hastuti.

Disinggung soal sosialisasi, Suryadi mengatakan ia mulai menyambangi berbagai perkumpulan warga untuk memperkenalkan dirinya sebagai bakal cakades. Saat sosialisasi, Suryadi kerap mengajak sang istri yang juga rivalnya dalam pilkades.

“Justru kampanye bareng-bareng. Dalam sejarah pilkades di Borangan, mungkin ini pilkades yang adem,” kata Suryadi.

Camat Manisrenggo, Gambir, mengatakan ada dua pasangan suami istri yang menjadi rival dalam pilkades di Kecamatan Manisrenggo. Selain Suryadi-Sri Hastuti, pasangan Sukadi-Muryati Eni menjadi rival di Pilkades Kepurun. Sukadi merupakan Kades Kepurun periode 2013-2018.

Gambir menjelaskan tak ada aturan yang melarang pasangan suami istri menjadi rival dalam pilkades. Ia menjelaskan seluruh warga negara Indonesia (WNI) berhak mencalonkan diri menjadi kades selama memenuhi persyaratan.

“Jadi kalau ada suami istri yang sama-sama maju tidak masalah. Yang masalah itu kalau hanya ada satu calon nanti justru pendaftaran bisa diperpanjang atau pilkades ditunda,” ungkapnya.

Sementara itu, Pilkades Pepe, Kecamatan Ngawen, diikuti dua bakal cakades yang merupakan ibu dan anak. Mereka yakni Siti Hibatun Yulaika yang merupakan petahana dan putrinya, Yolanda Ayu Fahma.

“Sejak awal pendaftaran sampai penutupan hanya ada dua pendaftar. Berkas pendaftaran semuanya lengkap. Meski masih satu keluarga, itu tidak masalah. Untuk tahapan menunggu penetapan cakades pada 4 Maret mendatang. Selama ini Pilkades Pepe kondusif,” kata salah satu Panitia Pilkades Pepe, Usman Afandi.

Siti membenarkan rivalnya pada pilkades kali ini tak lain putri kandungnya. Ia mengaku meminta Yolanda untuk mendaftar setelah hanya ada satu pendaftar di Pilkades Pepe.

“Saya yang menyuruh dia untuk mendaftar. Awalnya tidak mau, kemudian saya berikan penjelasan kalau yang mendaftar hanya satu orang akan diundur, kasihan panitia pilkades. Akhirnya putri saya mau. Saya termotivasi maju menjadi bakal cakades lagi karena masih ada beberapa program saya yang belum terealisasi. Alhamdulillah saya masih ada kesempatan satu periode lagi,” kata dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten