ilustrasi penjambretan. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Komplotan jambret dilaporkan beraksi di depan kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Senin (17/6/2019), sekitar pukul 13.00 WIB.

Pelaku menjambret tas hitam berisi uang Rp78 juta di antaranya milik Badan Usaha Milik (BUM) Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura yang akan digunakan untuk membiayai pengelolaan tempat pengelolaan sampah (TPS) terpadu.

Informasi yang dihimpun solopos.com, Senin, menyebutkan kejadian bermula saat Bendahara BUM Desa Gumpang, Siti Nuromah, mengambil uang Rp75 juta di Bank Jateng Sukoharjo. Siti diantar suaminya Muh. Irfan mengendarai sepeda motor.

Setelah mengambil uang, mereka menuju ke Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu Sukoharjo untuk memasukkan proposal perizinan pengelolaan TPS terpadu. Lantaran tak membawa stopmap, mereka mencari toko alat tulis di sekitar kantor Disperinaker Sukoharjo.

Saat korban hendak turun dari sepeda motor dan membuka tas, tiba-tiba muncul pengendara sepeda motor dari belakang. Pelaku langsung menjambret tas berisi uang dan satu ponsel kemudian melarikan diri ke arah Jl. Jenderal Sudirman.

"Uang milik BUM Desa senilai Rp75 juta ditambah uang pribadi Rp3juta. Ada juga ponsel di dalam tas," kata Irfan, saat ditemui wartawan di Mapolsek Bendosari, Senin.

Irfan sempat berteriak meminta pertolongan kepada para pegawai negeri sipil (PNS) yang berada di lokasi kejadian. Namun upaya Irfan mengejar dan merebut kembali tas berisi uang kandas karena kehilangan jejak para pelaku.

"Pelaku dua orang. Eksekutor berciri-ciri tubuh gempal dan agak pendek," ujar dia. Pasangan suami istri (pasutri) itu lalu melapor ke Polsek Bendosari.

Kapolsek Bendosari, AKP Zunaidi, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengatakan petugas masih memeriksa korban dan sejumlah saksi. Para pelaku berboncengan sepeda motor saat melakukan aksi kejahatan jalanan. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten