Pedagang daging sapi di Pasar Besar Madiun, Suprapti, menunggu pembeli, Kamis (10/5/2018). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, SURABAYA -- Pasokan daging sapi dan daging ayam di Jawa Timur (Jatim) masih aman untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran dengan jumlah stok mencapai 15.580 ton daging sapi selama Mei–Juni 2019.

Kepala Dinas Peternakan Jatim, Wemmi Niamawati, mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan para peternak sapi dan ayam di Jatim serta asosiasi pengusaha dan rumah potong hewan dan pasar untuk memastikan ketersediaan pasokan.

“Ditinjau dari ketersediaan bahan pokok asal peternak ini, tercatat jumlah ketersediaan daging sapi yang ada di Jatim pada Mei-Juni mencapai 15.580 ton, sedangkan kebutuhan selama dua bulan di Jatim dan untuk provinsi lain itu cuma 14.872 ton, jadi masih ada stok sampai Juni,” katanya, Rabu (8/5/2019).

Wemmi mengatakan selain daging sapi, pasokan daging ayam Jatim untuk kebutuhan Lebaran ini juga surplus. Tercatat prediksi pasokan daging ayam pada Mei – Juni 2019 mencapai 79.855 ton dengan jumlah kebutuhan Jatim dan provinsi lain hanya 69.822 ton.

Sementara untuk prediksi pasokan telur ayam pada periode Ramadan hingga Lebaran ini mencapai 121.497 ton dengan total kebutuhan hanya 100.020 ton.

“Baik kelebihan pasokan daging sapi, daging ayam maupun telur di Jatim ini bisa untuk memenuhi suplai pangan hasil peternakan untuk provinsi lain,” imbuhnya.

Wemmi mengatakan pendistribusian daging sapi dan daging ayam akan dilakukan oleh RPH dan rumah pemotongan unggas (RPU) ada di Jatim. Saat ini, tambah dia, di Jatim  ada 23 unit RPU dengan rata-rata pemotongan total 30.000–60.000 ekor/hari.

“Sedangkan jumlah peternak sapi Jatim yang kita ikut menyediakan pasokan 8.000 an, termasuk peternak kecil yang hanya punya 3 – 5 ekor sapi per kandang, juga pengusaha peternak yang punya 300 ekor sapi. Kebanyakan sapi-sapi tersebut disuplai dari Madura, kalau ayam dari Blitar, Malang, Tulungagung, dan Lamongan,” ujarnya.

Dengan adanya ketersediaan daging, lanjut Wemmi, diperkirakan harga-harga daging sapi dan ayam akan stabil saat mendekati Hari Raya Idul Fitri, dan masih ada kemungkinan terjadi kenaikah tetapi masih terjangkau.

“Diharapkan ketersediaan yang cukup ini tidak menimbulkan gejolak harga yang mencolok,” imbuhnya.

Adapun harga rata-rata saat puasa untuk daging sapi murni di Jatim sekitar Rp109.000–Rp110.000/kg, dan diperkirakan pada H-3 sampai H+3 harganya meningkat sekitar 10%- 20% atau dengan prediksi Rp108.800–Rp130.500/kg.

Sementara harga rata-rata daging ayam broiler saat periode puasa ini Rp37.000/kg, dan akan meningkat menjadi Rp36.200–Rp43.000/kg pada H-3 sampai H+3 Lebaran. Untuk komoditas telur saat ini Rp26.000/kg akan berada di kisaran harga Rp24.500–29.400/kg.

Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Sapi Segar (PPSDS) Jatim, Muthowif mengatakan pasokan daging sapi untuk Lebaran ini juga cukup aman. Bahkan soal harga, diperkirakan tidak ada gejolak yang signifikan dengan prediksi kenaikan harga sekitar Rp1.000/kg.

“Untuk awal puasa ini masih sepi, nanti kalau sudah masuk malam 21 Puasa biasanya permintaan akan naik dan akan mengerek harga, tapi karena pasokan aman jadi naiknya tidak banyak,” katanya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten