Pasokan Beras Perum Bulog Terus Menyusut 3 Bulan Terakhir

Pasokan beras dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dalam tiga bulan terakhir terus mengalami penurunan. Per 3 Oktober 2022 tercatat berada di posisi 798.013 ton. 

 Salah satu pekerja di rumah produksi beras milik Aziz, 54, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, sedang memanaskan gabahnya, Kamis (22/9/2022). (Solopos/Ni’matul Faizah).

SOLOPOS.COM - Salah satu pekerja di rumah produksi beras milik Aziz, 54, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, sedang memanaskan gabahnya, Kamis (22/9/2022). (Solopos/Ni’matul Faizah).

Solopos.comJAKARTA–Pasokan beras dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dalam tiga bulan terakhir terus mengalami penurunan. Per 3 Oktober 2022 tercatat berada di posisi 798.013 ton. Dalam laporan Perkembangan Harga, Inflasi, dan Stok Indikatif Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, pasokan beras pada Agustus 2022 di angka 1.046.237 ton dengan ketahanan 13,4 bulan.

Sementara pada September 2022 di angka 861.966 ton dengan ketahanan 10,8 bulan. Bila menarik angka dari Agustus 2022, artinya pasokan telah menyusut 248.224 ton.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Seiring berkurangnya pasokan beras, harga komoditas tersebut terkerek naik yang diakibatkan beberapa faktor seperti adanya pembelian rush untuk bansos, hingga naiknya harga gabah. “Selain itu, saat ini mulai memasuki musim panen gadu dimana produksi petani lebih sedikit dibandingkan musim panen raya, namun kualitas gabah lebih baik, sehingga harga gabah/beras di petani mengalami kenaikan,” tulis laporan tersebut.

Baca Juga Dua Sanksi PSSI untuk Arema FC Terkait Tragedi Kanjuruhan

Pada awal pekan pertama Oktober ini harga beras di tingkat eceran nasional naik 2,86% dari bulan lalu untuk medium menjadi Rp10.800/kg, sementara untuk premium naik 1,59% menjadi Rp12.800/kg. Kenaikan harga beras berdampak pada andil inflasi di Agustus 2022 sebesar 0,02%, sementara andil inflasi pada September 2022 mencapai 0,04%.

Untuk itu, beberapa pihak terus mendorong Perum Bulog untuk menambah pasokan sesuai dengan target pemerintah dengan stok sebesar 1-1,5 juta ton. “Karena Perum Bulog itu harus di top up minimal kata Pak Ketua Komisi [IV DPR, Sudin] antara 1,2 -1,5 juta ton, itu minimal, baru aman,” ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi saat mengunjungi Food Station Cipinang, Senin (3/10/2022).

 

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Pasokan Beras Perum Bulog Terus Menyusut 3 Bulan Terakhir

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Cianjur Sudah Sering Hancur Diguncang Gempa

      Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan zona rawan gempa yang telah sering kali rusak akibat bencana alam.

      Proyek IKN Nusantara, Menteri PUPR: 183 Investor dari Malaysia Berminat

      Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan 183 investor dari Malaysia berminat terhadap proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

      Deretan Penghuni Pertama IKN Nusantara

      Inilah deretan orang yang akan menjadi penghuni pertama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada 2024 mendatang.

      Besok, Siaran Televisi Analog di Soloraya Dihentikan

      Selain wilayah Soloraya, penghentian siaran analog pada 2 Desember 2022 juga dilakukan di wilayah Yogyakarta, dan Jabar.

      Profil Veronica Yulis Prihayati, Wanita Berpangkat AKBP dan Tugas di Baharkam

      Profil Veronica Yulis Prihayati merupakan istri KSAL Laksamana Yudo Margono dan menjabat ketua umum Jalasenastri TNI AL.

      Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 akan Dibuka, 30 Perusahaan BUMN Ikut Partisipasi

      Kementerian BUMN segera membuka Rekrutmen bersama bumn batch 2 dan diikuti 30 perusahaan BUMN.

      Mendagri Ungkap Daerah dengan Serapan APBD Rendah, Ini Daftarnya

      Sejumlah daerah serapan APBD masih rendah meski tahun anggaran 2022 tinggal sebulan selesai.

      14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun akibat Jumlah Dokter Jantung Minim

      Menkes mengatakan kelainan jantung bawaan menjadi penyebab kematian bayi tertinggi ketiga di Indonesia.

      Usul Kriteria Pemimpin Ditambah, Bahlil: Selain Rambut Putih, Berkepala Botak

      Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan saran tambahan kepada Presiden Jokowi terkait kriteria pemimpin pada Pilpres 2024, yakni berkepala botak.

      Hanya 20 Persen RSUD di Indonesia yang Bisa Pasang Ring Jantung

      Kemenkes akan mengalokasikan anggaran agar rumah sakit daerah tersebut memiliki dokter spesialis jantung.

      Gempita Piala Dunia Qatar, 400 Nyawa jadi Tumbal

      Qatar menggelontorkan dana paling besar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp3,13 kuadriliun.

      Jokowi Sebut Maluku Utara Provinsi Paling Bahagia di Indonesia, Ini Alasannya

      Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyebut warga di Provinsi Maluku Utara menjadi yang paling bahagia di Indonesia.

      Belum Ditemukan, Pilot Helikopter Polri Diperkirakan Masih Terikat di Kokpit

      Ia menjelaskan, asumsi pertama pilot Helikopter NBO-105 Polri tersebut masih berada di dalam kokpit.

      Presiden Geram Uang APBD Rp278 Triliun Ngendon di Bank

      Tahun ini, menurut Presiden, uang APBD yang ngendon di bank mencapai Rp278 triliun.

      Jumlah Dokter Jantung Anak Minim, Menkes: 14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun

      Menkes, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa sekitar 14.000 bayi meninggal setiap tahun akibat kelainan jantung bawaan atau congenital heart disease.