Suporter Persis Solo, Pasoepati. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO - Rencana Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, membentuk tim Persis Solo yang baru mendapat penolakan keras dari kelompok pendukung Persis, Pasoepati. Mereka menilai, tim baru itu hanya akan membuat runyam masalah karena jelas bakal menimbulkan dualisme Laskar Sambernyawa.

Pasoepati masih mengalami trauma akibat dualisme Persis pada 2011-2013. Saat itu, terdapat dua klub Persis. Tim pertama adalah Persis Solo yang dinaungi PT Solo Indobola Mandiri Profesional (SIMP). Persis Solo ini adalah gabungan antara Solo FC dengan Persis yang disetujui Ketua Umum Persis Solo saat itu, F.X. Hadi Rudyatmo.

Mereka berlaga di Divisi Utama yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). PT LPIS ditunjuk sebagai operator resmi oleh PSSI yang baru saja memilih Djohar Arifin sebagai ketua umum PSSI melalui Kongres Luar Biasa PSSI di kota Solo.

Di sisi lain, klub internal Persis dan pengurus Persis Solo menyatakan belum menyepakati bahwa Persis Solo akan berlaga di Divisi Utama PT LPIS. Mereka malah membuat tim Persis Solo yang berlaga di Divisi Utama PT Liga Indonesia (LI). PT LI merupakan operator yang ditunjuk Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) untuk menjalankan liga.

Saat itu, Pasoepati memilih mendukung Persis yang berlaga di Divisi Utama PT LPIS. Alasannya, liga PT LPIS adalah liga yang diakui sebagai liga resmi PSSI, AFC dan FIFA. Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengatakan dengan lantang tak ingin dualisme Persis Solo terulang. Lelaki yang akrab disapa Rio itu mengatakan dualisme hanya membawa sejarah kelam dalam dunia sepak bola di Kota Bengawan.

"Kami tidak akan lupa sejarah kelam dengan ada dua tim Persis. Kami sebagai suporter sudah muak dipermainkan seperti saat itu. Saya menjadi orang pertama yang menolak wacana dualisme Persis," ungkap Rio saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (5/10/2019).

"Dualisme hanya akan membawa masalah baru. Kami butuh komitmen dari beliau [Wali Kota Solo] yang pernah berjanji bisa menyelesaikan masalah pengelolaan klub tanpa memberi efek buruk di kemudian hari," ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap tidak ada lagi manuver-manuver dari 25 klub internal atau siapapun untuk memperkeruh suasana. Menurutnya, Persis saat ini membutuhkan dukungan sebanyak mungkin untuk menatap sisa laga. “Kami melihat masih ada peluang bagi Persis untuk lolos ke babak delapan besar Liga 2, walaupun peluang itu kecil,” tegasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten