Pasien Suspect Corona Meninggal di RSUP Kariadi Semarang Ternyata Kapten Kapal
Simulasi penanganan virus corona di Bandara Adi Soemarmo, Jumat (7/2/2020). (Istimewa/PT AP I Bandara Adi Soemarmo Solo)

Solopos.com, SEMARANG -- Pasien suspect virus Corona yang meninggal dunia saat menjalani observasi di RSUP dr Kariadi Semarang diketahui baru saja melakukan perjalanan dari Spanyol dan Dubai sebelum tiba di Semarang. Rupanya, pasien tersebut adalah seorang kapten kapal.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, M Abdul Hakam, mengatakan pasien tersebut sempat dirawat di kapal hingga ke Dubai. Karena mengalami masalah dalam pernafasan, akhirnya dia dipulangkan ke Indonesia menggunakan pesawat.

"Pasien sempat transit di Dubai setelah dia datang dari Spanyol," kata Abdul saat dihubungi Suara.com, Rabu (26/2/2020).

Tersangka Guru SMPN 1 Turi Digundul, Ini Tanggapan Kapolres Sleman

Sebelumnya, pasien tersebut masuk di Indonesia pada 12 Febuari 2020. Kemudian pada 17 Februari pasien tersebut dirawat di salah satu rumah sakit daerah di Jawa Tengah hingga akhirnya dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang pada 19 Febuari 2020.

"Berdasarkan data yang ia terima, saat itu ia datang ke RSUP Kariadi dengan keluhan sesak nafas dan demam," papar Abdul.

Dia mengatakan pasien tersebut berumur 37 tahun dan tinggal di salah satu daerah di Kota Semarang. Menjawab soal proses pemakaman yang tertutup, Abdul menegaskan apa yang telah dilakukan RSUP Kariadi sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Tersangka Susur Sungai Maut SMPN 1 Turi: Kami yang Minta Digunduli

"Iya mertuanya memang orang Pati, namun dia tinggalnya di salah satu daerah Kota Semarang. Yang terpenting, pasien meninggal bukan karena virus Corona," imbuhnya.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Kariadi Semarang Agoes Oerip Poerwoko mengatakan pasien tersebut memang dirawat dengan standar seperti simulasi pasien terinfeksi virus Corona.

"Petugas yang pasien juga mempunyai aturan-aturan khusus. Mereka memang tidak diperbolehkan keluar masuk ruangan isolasi karena dikhawatirkan akan menular kepada pasien yang lain," katanya.

Tersangka Susur Sungai SMPN 1 Turi Digunduli, Ikatan Guru: Koruptor Saja Tak Dicukur

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Agoes mengatakan jenazah pasien tersebut dibungkus plastik agar penyakit yang diderita tak menular ke orang lain.

“Saat memandikan jenazah pasien, petugas memakai alat pelindung diri, masker, kacamata, topi sesuai prosedur. Area jalan ke kamar mayat juga kita bebaskan. Lalu, jenazahnya diberi penutup terbungkus plastik untuk memastikan agar tidak menular ke keluarga,” ujar Agoes.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho