Pasien RSUD Berkurang, Komisi IV DPRD Sukoharjo: Bangun RS Baru Tipe C!

Penurunan jumlah pasien rawat jalan RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo sebagai dampak sistem rujukan berjenjang dari BPJS membuat Pemkab harus memutar otak mencari solusi.

Pasien RSUD Berkurang, Komisi IV DPRD Sukoharjo: Bangun RS Baru Tipe C!

SOLOPOS.COM - RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO — Penurunan jumlah pasien rawat jalan RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo sebagai dampak sistem rujukan berjenjang dari BPJS membuat Pemkab harus memutar otak mencari solusi.

Di satu sisi, Pemkab tak bisa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat karena pelayanan kesehatan sudah selesai di RS tipe C yang mayoritas RS swasta, tak sampai ke RS tipe seperti RSUD Ir. Soekarno.

Di sisi lain, Pemkab juga kehilangan pendapatan dari sektor retribusi kesehatan. Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya sebelumnya menginstruksikan agar RSUD Ir. Soekarno mengupayakan penurunan grade dari tipe B ke tipe C.

Komisi IV DPRD Sukoharjo menawarkan solusi lain. Legislator di komisi tersebut mewacanakan pembangunan rumah sakit (RS) baru dengan tipe C.

Selain sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Sukoharjo, hal ini untuk mengatasi persoalan anjloknya pendapatan RSUD Ir. Soekarno karena pemberlakuan sistem rujukan berjenjang bagi pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi menilai perlunya penambahan RS milik daerah sehingga mampu meningkatkan pelayanan bagi warga di Kota Makmur. Selama ini Pemkab hanya memiliki satu rumah sakit daerah yakni RSUD Ir. Soekarno yang masuk tipe B.

Akibatnya ketika diberlakukan sistem rujukan berjenjang dan RSUD Sukoharjo itu terdampak, Pemkab terpukul dengan anjloknya pendapatan rumah sakit tersebut.

“Jadi solusinya perlu dibangun RS baru tipe C. Rumah sakit ini diharapkan mampu melayani warga Sukoharjo lebih maksimal,” katanya, Kamis (14/8/2019).

Meski demikian, Komisi IV juga sependapat jika status RSUD Ir. Soekarno saat ini diturunkan dari tipe B menjadi tipe C. Namun dalam jangka panjang, dia menilai tidak ada salahnya Pemkab Sukoharjo membangun rumah sakit baru.

Dia mengakui untuk mewujudkan rumah sakit baru tersebut memang tidak mudah. Dibutuhkan anggaran yang besar untuk membangun dan tidak bisa selesai dalam waktu cepat. Karena itu, hal tersebut bisa dilakukan dalam jangka panjang.

“Jangka pendeknya mungkin menurunkan status RSUD Ir. Soekarno. Terlebih, kondisi saat ini tidak bisa dibiarkan berlarut sebab dikhawatirkan akan membuat RSUD bangkrut karena sepi pasien,” katanya.

Sebelumnya Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menginstruksikan agar status RSUD Ir. Soekarno diturunkan dari tipe B menjadi tipe C. “Saya sudah instruksikan sejak lama agar tipe diturunkan. Ajukan ke Kementerian Kesehatan untuk menyelamatkan RSUD,” kata Bupati.

Bupati menyadari penurunan tipe RSUD tersebut membawa konsekuensi, di antaranya peralatan kedokteran atau RS harus dikurangi. Namun demikian hal tersebut tidak menjadi persoalan dan masih bisa diselesaikan.

“Alat kedokteran tetap bisa digunakan meski nantinya turun statusnya dari tipe C. Kalau untuk dokter atau tenaga medis, konsekuensinya memang harus dikurangi.”

Berita Terkait

Berita Terkini

Testing dan Tracing Jateng Tak Penuhi Target PPKM

Jumlah testing Covid-19 di Jateng sudah cukup tinggi, 150.000 orang per pekan, namun belum memenuhi target yang ditetapkan Inmendagri.

Geger Foto Wali Kota Tanjungpinang Berdua dengan Cowok di Hotel

Foto Rahma tengah duduk berduaan dengan seorang pria di atas kasus kamar hotel belakangan heboh di jagat media sosial.

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.