Kategori: Solo

Pasien Positif Corona Solo Bertambah, 3 Kelurahan Masih Bersih


Solopos.com/Ahmad Baihaqi

Solopos.com, SOLO - Persebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Solo cukup merata. Sebanyak 51 dari 54 kelurahan di Kota Solo telah terpapar virus corona, artinya tinggal tiga kelurahan yang masih bersih.

Hal itu diketahuilewat data yang diterima Solopos.com dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Minggu (19/4/2020). Ketiga kelurahan yang masih bersih dari corona adalah Kelurahan Kauman dan Kampung Baru di Kecamatan Pasar Kliwon serta Kelurahan Keprabon di Kecamatan Banjarsari.

Gugus Tugas Pusat: Prediksi Puncak Kasus Corona Indonesia Mei-Juli, Capai 106.000 Kasus

Sebelumnya pada Jumat (17/4/2020) ada empat kelurahan di Solo yang masih bersih dari virus corona. Satu kelurahan yang kini sudah terpapar itu adalah Setabelan, Kecamatan Banjarsari. Pada Sabtu (18/4/2020), tercatat ada satu kasus psien dalam pengawasan (PDP) virus corona.

Di sisi lain, terdapat tambahan satu pasien positif virus corona atau Covid-19 di Kota Solo pada Minggu (19/4/2020). Satu pasien positif ini sebelumnya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP).

Jika pada hari sebelumnya ada 9 kasus positif, kini data kumulatif menunjukkan 10 kasus positif corona di Kota Solo. Kendati demikian, ada juga penambahan satu pasien yang sembuh.

Pria Bogor Meninggal Saat Salat Jumat di Tengah Pandemi Corona Bikin Jemaah Panik dan Bubar

Dari jumlah 10 kasus kumulatif itu, dua dinyatakan sembuh, dua meninggal dunia, dan dua masih menjalani perawatan. Tambahan pasien positif itu berasal dari Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. Begitu juga dengan pasien yang sembuh juga dari Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres.

“Iya, betul. Sembuh satu orang dari Mojosongo," Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, kepada Solopos.com, Minggu.

Jumlah PDP

Sementara itu, jumlah PDP corona di Kota Solo kini mencapai 77 orang. Artinya ada tambahan dua PDP dalam 24 jam terakhir. Perinciannya 48 PDP dinyatakan sembuh, 15 PDP masih menjalani rawat inap, dan 14 PDP dinyatakan meninggal dunia.

Untuk ODP, jumlahnya meningkat satu menjadi 418 orang. Sebanyak empat ODP menjalani rawat inap, 102 ODP menjalani rawat jalan, dan 312 orang selesai pemantauan.

Tenaga Kesehatan Pertama di Soloraya Meninggal Berstatus PDP Corona, Sumber Penularan Masih Ditelusuri

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi