Pasien Positif Corona di Kota Solo Tambah 1 Orang
Peta informasi mengenai pasie corona di Kota Solo (corona.jatengprov.go.id/)

Solopos.com, SOLO - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, menyebut ada tambahan 64 kasus pasien positif corona di Indonesia pada Minggu (22/3/2020). Satu pasien positif corona itu berasal dari Jawa Tengah, lebih tepatnya dari Kota Solo.

"Ada penambahan kasus positif sebanyak 64 orang sehingga totalnya adalah 514 orang," kata Achmad Yurianto dalam jumpa pers, Minggu.

4 Masuk ODP, 66 Peserta Ijtima Ulama Dunia Gowa Asal Karanganyar Karantina Mandiri

Perincian 64 kasus baru positif corona di Indonesia itu adalah 40 orang dari DKI Jakarta, kemudian Jawa Timur tambahan 15 kasus, Jawa Barat 4 kasus, Papua 2 kasus, Kalimantan Selatan 1 kasus, Maluku 1 kasus, dan Jateng 1 kasus.

Satu tambahan kasus positif virus corona itu, membuat Jateng kini terdapat 15 orang positif virus corona. Berdasarkan Monitoring Data COVID-19 Jateng, corona.jatengprov.go.id, Migggu pukul 16.00 WIB, satu pasien positif corona baru itu berada di Kota Solo.

Perinciannya, enam orang positif corona di Kota Solo, enam orang di Semarang, satu orang di Magelang, satu orang di Pekalongan, dan satu orang di Banyumas. Dua orang dari enam pasien positif di Solo itu sudah dinyatakan meninggal dunia.

Legislator Blora Ngambek Dites Corona, Ketua DPRD Jateng: Harusnya Diisolasi 14 Hari

Artinya, masih ada empat pasien positif yang kini dirawat di RSUD dr. Moewardi, Kota Solo. Sementara itu, sebanyak 22 orang di Kota Solo dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan.

Upaya Pemerintah

Di sisi lain, pemerintah pusat terus berupaya keras untuk menghentikan persebaran virus corona. Yurianto menjelaskan pihaknya segera melakukan skrining massal menggunakan rapid test. Skrining itu dilakukan untuk orang-orang yang berpotensi memiliki risiko tertular virus corona.

Update! Ada 64 Kasus Baru, Pasien Positif Corona Indonesia 514 Orang

Yuri menjelaskan pemerintah sudah mendatangkan 150.000 alat untuk melakukan tes tersebut. Alat-alat itu didatangkan dari China dan saat ini sudah berada di Natuna. Nantinya, alat tes cepat itu akan disalurkan ke sejumlah daerah.

"Sebanyak 150.000 kit untuk skrining massal akan kami siapkan, dan akan ditambah lagi 1 juta kit. Ini diharapkan bisa mengetahui persebaran penularan corona dan diharapkan nantinya bisa dihentikan," jelas Yuri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho