Pasien Klinik Aborsi 903 Janin Mayoritas Hamil di Luar Nikah
Klinik aborsi ilegal di Paseban, Senen, Jakarta Pusat. (Suara.com)

Solopos.com, JAKARTA – Sebanyak 903 janin yang diaborsi di klinik ilegal kawasan Paseban, Senen, Jakarta Pusat, kebanyakan akibat wanita hamil di luar nikah. Sampai saat ini polisi masih menyelidiki perkembangan kasus aborsi tersebut.

Perkembangan kasus tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. “Kita kalau data kan 903 ini harus pelan-pelan, tapi hampir memang yang banyak dominan di sini orang hamil di luar nikah. Berarti masa-masa produktif ya,” terang Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (18/2/2020), seperti dikabarkan Detik.com.

Dulu Bak Eropa, Taman Bendung Tirtonadi Solo Kini Kumuh

Berdasarkan hasil penyelidikan, rata-rata wanita yang melakukan aborsi di klinik tersebut adalah wanita berusia di bawah 24 tahun. Mereka menggugurkan kandungan lantaran hamil di luar nikah.

“Ya bisa jadi mulai 24 tahun ke bawah karena hamil di luar nikah. Mereka belum nikah tetapi sudah hamil. Iya itu ada rata-rata hamil di luar nikah,” sambung dia.

Peserta BPJS Kesehatan Mandiri Kelas 3 Bakal Disubsidi, Ini Prosedurnya

Sampai saat ini, polisi kesulitan mengungkap pasien karena datanya tidak lengkap. Rata-rata pasien tidak meninggalkan data identitas yang lengkap.

Diberitakan sebelumnya, klinik aborsi tersebut telah menerima 1.632 pasien. Ada 903 janin yang diaborsi dan kemudian dimusnahkan menggunakan bahan kimia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom