Pasien Covid-19 Sukoharjo Yang Meninggal Ternyata Pedagang Pasar Harjodaksino, DKK Solo Siapkan Tracing Masif
Ilustrasi tes virus corona. (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Dinas Kesehatan Kota atau DKK Solo segera melakukan tracing masif menyusul meninggalnya salah seorang pedagang Pasar Harjodaksino akibat Covid-19 pada Sabtu (11/7/2020).

Pedagang asal Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, itu sebelumnya menjalani rawat inap di RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo. Selama tracing, DKK menyarankan agar pasar ditutup sementara.

“Saya memberi masukan kepada pimpinan untuk menutup sementara selagi dilakukan tracing masif. Keputusan menutup sementara bukan di tangan saya, tapi Wali Kota. Tapi, saran saya begitu, ditutup sementara,” kata Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (12/7/2020) malam.

Korban Meninggal Akibat Covid-19 Sukoharjo Tambah Lagi, Kali Ini Pedagang Di Pasar Solo

Ning, panggilan akrabnya, menegaskan penutupan sementara Pasar Harjodaksino, Solo, untuk tracing masif kontak pasien positif Covid-19 yang meninggal perlu guna memutus rantai persebaran virus SARS CoV-2.

Apabila pedagang pasar tersebut sudah terlanjur kulakan, mereka diizinkan berjualan setengah hari kemudian tutup. DKK berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) terkait tracing tersebut.

“Saran kami, pasar tutup minimal 14 hari sesuai masa inkubasi virus corona jenis baru itu. Tapi, nanti akan didiskusikan lebih lanjut,” ucap Ning.

Update Kasus Covid-19 Indonesia 12 Juli: Pasien Positif 75.699, Sembuh 35.638, Meninggal 3.606

Seperti diberitakan, seorang warga Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, meninggal dunia pada Sabtu. Perempuan berusia 58 tahun yang positif Covid-19 itu diketahui merupakan pedagang Pasar Harjodaksino, Solo.

18 Kasus Baru

Pasien positif Covid-19 asal Desa Toriyo itu meninggal dalam waktu berdekatan dengan pasien positif Covid-19 asal Kelurahan Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, yang juga meninggal dunia.

Wonogiri Jadi Zona Kuning, Sekolah Batal Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Di sisi lain, dari 18 pasien terkonfirmasi positif pada Minggu, seorang di antaranya adalah bayi berusia satu tahun asal Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. DKK masih melakukan tracing. Sedangkan hasil uji swab kedua orang tuanya negatif.

Anak tersebut dirawat bersama salah satu orang tuanya guna pendampingan. “Tertular dari mana kami masih lacak, dia pasien dalam pengawasan [PDP] naik kelas,” kata dia.

Bayi 1 Tahun Masuk Daftar 18 Kasus Baru Positif Covid-19 Kota Solo



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom