Pasien Corona Meninggal di Indonesia 8,09%, Rangking 11 Setelah Italia
Petugas berada di samping ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2020). Kementerian Kesehatan menyatakan hingga Kamis 5 Maret ini ada 156 pasien dalam pengawasan virus corona yang tersebar di 35 rumah sakit di 23 provinsi, 2 diantaranya merupakan pasien positif corona yang masih dirawat di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Solopos.com, SOLO -- Persentase pasien virus corona yang meninggal di Indonesia per hari ini, Kamis (19/3/2020) mencapai 8,09%. Angka tersebut sementara ini termasuk sangat tinggi di bandingkan negara-negara lain di dunia, bahkan lebih tinggi dari Iran.

Persentase kematian pasien tersebut diambil dari jumlah total kematian pada Kamis yang mencapai 25 kasus. Sedangkan total pasien positif virus corona mencapai 309 orang. Hasilnya, persentase kematian pasien corona di Indonesia 8,09%.

Dengan angka tersebut, persentase pasien corona meninggal Indonesia berada di urutan 11 di dunia. Persentase itu hanya satu peringkat di bawah Italia (8,34%), dan lebih tinggi daripada Iran di urutan 13 (6,98%).

Prabowo Minta Pesawat TNI Angkut Alat Kesehatan dari China

Tingkat kematian pasien virus corona di Indonesia terus menunjukkan lonjakan seiring lonjakan jumlah kasus. Kasus kematian pertama muncul pada 11 Maret 2020 (2,94%).

Pada 13 Maret 2020, muncul 3 kasus kematian baru yang membuat total pasien corona meninggal Indonesia menjadi 4 orang (5,80%). Hingga pada 18 Maret 2020, jumlahnya melonjak menjadi 19 orang (8,37%).

Sementara itu, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia melonjak pada Kamis (19/3/2020). Jika pada Rabu (18/3/2020) pemerintah mengumumkan 227 kasus, maka pada Kamis sore total kasus bertambah drastis menjadi 309 orang.

Pakar Virus Undip: Banyak Orang Tak Sadar Menularkan Corona

Artinya, ada lonjakan sebanyak 82 kasus positif corona atau covid-19 di Indonesia hanya dalam satu hari atau tertinggi sejak kali pertama muncul pada 2 Maret. Penambahan signifikan tersebut paling besar berasal dari Provinsi DKI Jakarta yang melaporkan tambahan 52 kasus baru hari ini.

Jakarta Tertinggi

Sejauh ini, jumlah pasien positif corona DKI Jakarta masih menjadi yang terbesar di Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Nasional (BNPB), jumlah kasus positif Covid-19 DKI Jakarta per Kamis sore sebanyak 210 kasus. Jumlah ini bertambah signifikan dari 158 kasus pada Rabu (18/3/2020).

Sedangkan dalam hal jumlah pasien corona meninggal di Jakarta, jumlahnya bertambah 5 kasus hari ini sehingga total kematian mencapai 17 kasus.

Pasien Positif Corona di Jogja Juga Ikut Seminar di Bogor

Selain di DKI Jakarta, tambahan signifikan lainnya juga terjadi di Banten. Di provinsi paling barat Pulau Jawa ini, jumlah kasus positif bertambah 10 orang hari ini dari 17 kasus para Rabu (18/3/2020). Total jumlah kasus positif virus corona di Banten kini mencapai 27 kasus dengan angka kematian sementar 1 orang.

Sementara itu, jumlah kasus positif virus corona di Jateng atau Jawa Tengah bertambah 4 orang menjadi total 12 orang. Di Jawa Tengah, ada tambahan satu kasus pasien corona meninggal sehingga total menjadi 3 orang. Dua dari 3 pasien adalah 1 asal Solo [meninggal dunia Rabu (12/3/2020) di RSUD dr Moewardi], dan 1 asal Wonogiri [meninggal dunia Rabu (18/3/2020) di RSUD dr Moewardi]. Sedangkan 1 pasien lainnya di RSUP Dr Kariadi Semarang.

Diagram Jumlah Kasus dan Pasien Corona Meninggal di Indonesia


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho