Pasien Baru Covid-19 Asal Bayat Klaten Ternyata ODGJ
Ilustrasi Covid-19 atau virus corona (Freepik)

Solopos.com, KLATEN – Seorang pasien baru Covid-19 asal Kecamatan Bayat, Klaten, ternyata orang dengan gangguan jiwa alias ODGJ. Ia merupakan seorang pemudik dan diduga tertular virus corona saat berada di Jakarta.

Pasien itu berjenis kelamin laki-laki dengan inisial S, 38. Ia kini dirawat di RSJD Dr RM Soedjarwadi Klaten.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan hasil pelacakan terhadap kontak langsung dengan S hasilnya negatif. Ia juga membenarkan kondisi pasien itu mengalami gangguan kejiwaan.

“Untuk kondisi saat ini pasien relatif baik,” tutur Mulyani saat ditemui wartawan di Setda Klaten, Selasa (19/5/2020).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, S dirawat di RSJD lebih dari sepekan lalu. Dia sebelumnya bekerja di Jakarta. S pulang kampung diantar menggunakan mobil pribadi dari perusahaan tempat dia bekerja. S mengalami gangguan kejiwaan ringan sejak berada di Jakarta.

Hikmah Ramadan: Spirit Baru

Lantaran melakukan perjalanan dari Jakarta, petugas lantas melakukan rapid test terhadap S setibanya di Bayat. Hasil rapid test menunjukkan reaktif hingga S dirujuk ke rumah sakit.

S sempat melakukan perlawanan hingga sejumlah orang melakukan evakuasi ke kendaraan yang membawa S ke rumah sakit. S lantas dibawa dan dirawat di RSJD Dr RM Soedjarwadi Klaten.

Siapkan Tes Swab

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Anggit Budiarto, membenarkan S mengalami gangguan kejiwaan ringan. Soal penyebab gangguan kejiwaan, Anggit tak mengetahui. S sudah mengalami gangguan kejiwaan setibanya di Klaten.

Anggit juga menjelaskan ketika berada di Klaten, S belum berinteraksi dengan banyak orang. Pasalnya, S belum sehari di Bayat setibanya dari Jakarta. “Jadi dia tiba sekitar pukul 05.00 WIB dan dibawa ke rumah sakit itu sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Anggit.

Hore! Listrik Gratis Diperpanjang Hingga September 2020

Anggit menjelaskan petugas Dinkes sudah melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang pernah kontak langsung dengan S. Ada 12 orang termasuk mereka yang membantu evakuasi dan mengantar pasien baru Covid-19 Klaten itu ke rumah sakit. Hasil rapid test diketahui nonreaktif. Belasan orang itu juga sudah melakukan isolasi mandiri.

Menurut rencana, mereka kembali mengikuti rapid test kedua. Selain mengikuti rapid test, dari belasan orang itu ada orang-orang yang akan dilakukan pemeriksaan swab.

“Dari 12 orang itu semua hasil rapid test pertama nonreaktif. Namun, kami akan melakukan pemeriksaan swab kepada mereka yang berada satu mobil saat mengantar pasien ini untuk memastikan. Sebab, mereka semobil dengan pasien itu antara 30 menit hingga satu jam. Kami masih menelusuri siapa saja yang satu mobil saat mengantarkan ke rumah sakit,” tutur Anggit.

DPR: New Normal hanya Pepesan Kosong Jika...


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho