Pedagang selter Pucangsawit Solo memperbaiki sisa perabot pascakebakaran, Jumat (13/9/2019). (Solopos-Nicolous Irawan/Candra Mantovani)

Solopos.com, SOLO -- Pascakebakaran yang melanda Selter Pucangsawit, Jebres, Solo, pada Rabu (11/9/2019), para pedagang mulai berusaha memulihkan tempat usaha mereka.

Pedagang berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memberikan bantuan perabot masak untuk mempercepat pemulihan aktivitas.

Salah satu pedagang Selter Pucangsawit Solo, Puji Setyadi, mengatakan tempatnya menjadi korban kebakaran paling parah dibandingkan pedagang lainnya. Pasalnya, gerobaknya tepat di depan kumpulan pohon bambu yang terbakar hebat. Dia mengestimasi, kerugian akibat kebakaran tersebut sekitar Rp10 juta.

“Tempat saya itu yang paling besar kerugiannya. Semua ludes, termasuk semua barang dagangan, kompor dan perabot yang digunakan untuk berdagang kuliner. Kami berusaha kembali bangkit dan mencari alat-alat yang masih digunakan untuk diperbaiki agar lebih hemat pengeluaran,” bebernya ketika ditemui solopos.com saat memperbaiki sisa perabot yang masih bisa digunakan Jumat (13/9/2019).

Puji berharap Pemkot Solo dapat membantu meringankan beban pedagang terdampak kebakaran agar bisa berjualan lagi. Salah satunya memberikan bantuan perabot memasak agar semua pedagang terdampak secepatnya bisa berjualan kembali.

“Minimal kami yang paling butuh adalah kompor untuk berjualan. Kalau Pemkot bisa memberikan bantuan kami sangat berterima kasih sekali. Karena itu sangat membantu meringankan beban kami untuk bisa berjualan kembali,” imbuh dia.

Terpisah, Kabid PKL Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Didik Anggono, mengatakan kemungkinan untuk memberikan bantuan alat memasak kepada pedagang terdampak perlu adanya pengajuan dan penganggaran terlebih dulu.

Pihaknya belum bisa memastikan apakah bisa membantu dalam waktu cepat. Namun, dia mengatakan Pemkot Solo akan terus berkomitmen untuk menemukan solusi terbaik.

“Untuk kemungkinan bantuan tersebut tentu harus ada rapat dan koordinasi terlebih dulu. Tidak bisa langsung karena hubungannya dengan anggaran. Kami akan terus mencoba mencari solusi agar Selter Pucangsawit kembali pulih secepat mungkin. Kami juga akan berusaha mencari jika ada perusahaan yang tertarik untuk memberikan CSR kepada pedagang,” papar dia.

Sebelumnya, sebanyak delapan los di selter Pucangsawit, Jebres, hangus terbakar Rabu lalu. Kebakaran disebabkan oleh api yang menjalar dari lahan kosong di belakang selter.

Api diketahui disebabkan orang yang membakar sampah di lahan tersebut tanpa diawasi. Untuk memadamkan api tersebut, Damkar Solo langung menerjunkan tujuh mobil pemadam kebakaran. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten