Tutup Iklan
Ilustrasi polisi berjaga./ (Antara-Aloysius Jarot Nugroho)

Solopos.com, LAMONGAN – Pengamanan di Mapolres Lamongan ditingkatkan pasca insiden penyerangan anggota Polsek Wonokromo, Surabaya. Mereka tidak mau kecolongan. 

Petugas memeriksa lebih ketat setiap tamu dan pengunjung yang datang ke mapolres. Penjagaan ekstra tersebut tampak di pintu gerbang.

Peningkatan keamanan dilakukan dengan pemeriksaan one gate system terhadap pengunjung dan tamu. Tidak tamu, barang bawaan atau tas bawaan tamu juga turut diperiksa petugas.

Pintu gerbang yang biasanya dibuka penuh, kini hanya dibuka sebagian sembari melakukan pemeriksaan pada setiap tamu yang datang. Bahkan untuk mengetahui identitas pengunjung, setiap tamu wajib menunjukkan identitas.

"Kami mengedepankan kesopanan," kata seorang petugas jaga, Senin (19/8/2019), seperti dikutip dari https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4671790/mapolres-lamongan-dijaga-ketat-pasca-insiden-penyerangan-polsek-wonokromo">detik.com.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, mengatakan untuk antisipasi tindak kriminalitas terhadap anggota oleh oknum masyarakat, perlu meningkatkan sistem keamanan. Menurutnya anggota juga disiagakan di pintu gerbang dengan persenjataan lengkap.

Pengetatan keamanan dilakukan tidak hanya di mapolres, tapi juga di jajaran polsek. Kapolres meminta seluruh anggota tetap mengedepankan kesantunan terhadap setiap tamu yang bertandang ke polres.

"Ini adalah satunya dengan cara memeriksa setiap tamu, termasuk barang-barang bawaannya," kata Feby.

Seperti diketahui, https://www.detik.com/tag/polsek-wonokromo/?tag_from=tag_detail&_ga=2.169745449.945925126.1566196513-530761905.1560263968">Mapolsek Wonokromo Surabaya diserang oleh seseorang pada Sabtu (17/8). Akibat serangan itu, dua polisi mengalami luka-luka. Hingga kini polisi masih mendalami kasus penyerangan tersebut.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten