PASAR TRADISIONAL WONOGIRI : Awal Mei, Proyek Pasar Baturetno Dimulai
Kepala Pasar Baturetno I, Wonogiri, Sularno (kiri), bersama anggota stafnya memberi nomor dan nama di salah satu los pasar darurat, Selasa (3/1/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

Pasar tradisional Wonogiri, proyek revitalisasi Pasar Baturetno I akan dimulai pada awal Mei.

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemenang lelang proyek revitaliasi Pasar Baturetno I, PT Gala Tama dari Kota Semarang, akan mengerjakan proyek itu awal Mei ini. Proyek itu memakan anggaran senilai hampir Rp50 miliar.

Kepala Bidang Pasar Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM Perindag) Wonogiri, Agus Suprihanto, kepada Solopos.com, Minggu (30/4/2017), mengatakan setelah lelang selesai pekerjaan segera dilaksanakan. Dia belum mengetahui secara pasti kapan proyek dimulai.

Namun, Agus memastikan realisasi proyek itu dimulai awal Mei dan ditargetkan rampung Desember mendatang. Dinkop UKM Perindag akan mengevaluasi progres pekerjaan secara berkelanjutan untuk memastikan pekerjaan sesuai target kualitas, kuantitas, spesifikasi, dan waktu. (Baca: Pedagang Pasar Baturetno Pindah ke Los Darurat 14 Januari)

Dia meyakini pekerjaan bakal optimal karena akan diawasi manajemen konstruksi (MK) yang sudah bekerja sejak awal, seperti membuat harga perkiraan sendiri (HPS). MK proyek adalah PT Yodya Karya Wilayah I, Kota Semarang. Nilai kontraknya lebih dari Rp1 miliar.

“Untuk acara peletakan batu pertama [kapan] belum ada rencana,” kata dia melalui pernyataan tertulis.

Penelusuran Solopos.com melalui website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Wonogiri, PT Gala Tama menang dengan harga penawaran terkoreksi senilai Rp45,735 miliar Sementara HPS yang ditetapkan Rp48,155 miliar.

Perusahaan yang beralamat di Jl. Pandaranan No. 58 Kota Semarang itu saat lelang bersaing bersama 104 peserta lainnya. Lelang dibuka 11 April lalu. Penandatanganan kontrak dijadwalkan 1-4 Mei.

Belum diketahui profil perusahaan tersebut. Saat Solopos.com menelusuri melalui Internet, hanya ditemukan perusahaan penyedia jasa perjalanan dengan nama dan alamat yang sama.

Pasar Baturetno I yang sebelumnya satu lantai akan dibangun dua lantai. Lantai II terdapat akses dan lokasi bongkar muat barang. Bangunan direncanakan seluas kurang lebih 8.000 meter persegi yang terbagi menjadi dua, yakni lantai I 4.000-an meter persegi dan lantai II berukuran sama.

Sedangkan luas lahan pasar mencapai 10.000 meter persegi atau 1 hektare (ha). Kapasitas pasar lebih banyak dari kapasitas pasar lama. Pasar lama berkapasitas 1.174 unit los dan 97 unit kios. Kios dibagi menjadi dua, yakni bagian luar 42 unit dan bagian dalam 55 unit. Para pedagang sudah pindah ke pasar darurat tak jauh dari Pasar Baturetno I.

Dinkop UKM Perindag Wonogiri memastikan pasar yang akan diberi nama Pasar Ir. Soekarno itu dilengkapi sarana yang dapat diakses difabel. Sarana berupa plerengan atau ramp dari jalan menuju lantai I dan dari lantai I menuju lantai II. Hal tersebut sudah terakomodasi dalam detail engineering design (DED).

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom