PASAR TRADISIONAL SUKOHARJO : Pembangunan Pasar Grogol Ditenggat 6 Bulan

Pasar tradisional di Sukoharjo, Pasar Grogol bakal dibangun. 

Solopos.com, SUKOHARJO –Pengerjayaan proyek pembangunan Pasar Grogol bakal dilakukan selama enam bulan hingga Desember mendatang. Pemenang lelang ulang pembangunan Pasar Grogol telah menandatangani kontrak kerjasama dengan pejabat pembuat komitmen (PPKom) pada 10 Juni lalu.

Pemenang lelang ulang pembangunan Pasar Grogol telah diumumkan pada tanggal 4 Juni lalu. Selanjutnya, ada masa sanggah selama lima hari. Lantaran tak ada peserta yang menyanggah hasil lelang maka tahapan pembangunan Pasar Grogol dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak kerjasama antara pemenenang lelang dengan PPKom.

Ketua PPKom Pembangunan Pasar Grogol, Agus Tri Widianto, mengatakan sesuai kontrak kerjasasama pengerjaan proyek pembangunan Pasar Grogol dilakukan selama enam bulan. Artinya, pengerjaan proyek pembangunan Pasar Grogol harus rampung pada akhir tahun ini. “Pengerjaan proyek akan dihentikan selama sepekan saat perayaan Lebaran,” katanya kepada solopos.com, Minggu (21/6/2015).

Para pedagang tetap berjualan sementara di pasar darurat selama pengerjaan proyek pembangunan pasar. Mereka tetap bisa menjual dagangannya di pasar darurat. Setelah pengerjaan pembangunan fisik rampung maka para pedagang bisa berjualan kembali di Pasar Grogol.

Tentu saja, instansi terkait akan menata ulang penempatan kios atau los pasar oleh pedagang. “Untuk sementara pedagang tetap berjualan di pasar darurat. Mereka sudah mempunyai pelanggan jadi tak ada masalah,” papar dia.

Menurut dia, konsep pembangunan Pasar Grogol seperti pasar-pasar tradisional di Kota Solo. Kebersihan pasar tradisional tak kalah dengan supermarket atau toko modern berjejaring waralaba. Apalagi, posisi Pasar Grogol berdekatan langsung wilayah Kota Bengawan.

Selama ini, tak sedikit warga Kota Solo bagian selatan berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Grogol. Hal ini dikarenakan posisi Pasar Grogol berdekatan dengan wilayah Solo bagian selatan. “Konsepnya hampir serupa dengan pasar tradisional di Solo. Kami ingin para pembeli lebih nyaman saat berbelanja di pasar,” tutur dia.

Di sisi lain, Kepala Layanan Pengadaan Secara elektronik (LPSE) Sukoharjo, Suyamto, mengungkapkan kewenangannya hanya sebatas pelaksanaan lelang mulai dari pendaftaran peserta hingga penandatanganan kontrak kerjasama. Selanjutnya, proyek pembangunan pasar menjadi kewenangan PPKom.

Seperti diketahui, proses lelang pembangunan Pasar Grogol diulang lantaran tidak ada peserta lelang yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan panitia. Misalnya, peserta tidak memenuhi persyaratan seperti belum ada surat pemberitahuan pajak tahunan (SPPT) tahun terakhir dan sertifikat badan usaha (SBU) tak sesuai dengan kualifikasi Jumlah peserta lelang sebelumnya sebanyak 31 peserta. Sedangkan peserta lelang ulang Pasar Grogol sebanyak 25 peserta.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom