Pedagang Pasar Sumberlawang, Sragen, berjualan di pasar darurat di Lapangan Ngandul, Sumberlawang, Senin (28/8/2017). ( Kurniawan/JIBI/Solopos)
Pasar Sumberlawang Sragen kini tengah dibangun. Solopos.com, SRAGEN -- Pendapatan sejumlah pedagang Pasar Sumberlawang, Sragen, turun sejak mereka pindah berjualan di pasar darurat yang terletak di Lapangan Desa Ngandul, beberapa pekan terakhir. Mereka meminta agar pembangunan Pasar Sumberlawang dipercepat, sehingga bisa kembali ditempati. Sepert disampaikan Sumarsih, 45, pedagang pakaian, saat ditemui wartawan di sela aktivitasnya, Senin (28/8/2017). Menurut dia penurunan omzet terjadi pada pekan-pekan awal berjualan di pasar darurat. Namun beberapa hari terakhir omzetnya mulai pulih lantaran para pelanggannya sudah mengetahui lokasi dia berjualan. Warga Merkutu, Pagak, Sumberlawang tersebut menuturkan laba bersih yang dia kantongi saat ramai pembeli sekitar Rp100.000 per hari. "Alhamdulillah ini omzet mulai stabil, pelanggan tidak pindah," ujar dia. Sumarsih berharap pembangunan Pasar Sumberlawang bisa segera selesai, dan pedagang kembali menempati pasar. "Bagaimana pun kan tetap enak jualan di pasar yang sebenarnya, tidak di pasar darurat," kata dia. Penuturan senada disampaikan Heriyanti, 42, pedagang aneka bumbu dapur. Dia mengaku omzetnya turun sekitar 20 persen sejak berjualan di pasar darurat. Dia menempati pasar darurat sekitar dua bulan terakhir. Selama di pasar darurat uang yang dia putar per hari hanya di kisaran Rp500.000 hingga Rp700.000. "Keuntungan saya berapa tidak bisa saya hitung. Tapi secara umum pembeli berkurang sejak di sini," tutur dia. Heriyanti menyadari tidak bisa optimal mendapatkan untung selama berjualan di pasar darurat. Dia berhara pembangunan Pasar Sumberlawang bisa tuntas secepatnya agar bisa kembali ke pasar tersebut. Disinggung aspek keamanan terhadap barang dagangan di pasar darurat menurut dia tidak ada masalah. "Selama ini aman-aman saja. Belum pernah ada pencurian dan sejenisnya yang terjadi," sambung dia. Penurunan omzet juga dirasakan pedagang daging ayam, Marjono. Kendati tak begitu signifikan penurunan omzetnya, dia mengaku lebih nyaman berjualan di Pasar Sumberawang daripada di pasar darurat. Kendati sudah dua bulan berjualan di pasar darurat, omzet jualannya belum pulih seperti saat di Pasar Sumberlawang. Padahal harga daging ayam beberapa hari terakhir turun di kisaran Rp29.000 per kilogram.
"Semoga pembangunan pasar bisa cepat tuntas, dan kualitasnya bagus. Sehingga, kami bisa kembali berjualan di Pasar Sumberlawang. Mudah-mudahan habis dibangun kian ramai pembeli," harap dia.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten