Pasar Tradisional dan Toserba di Sukoharjo Jadi Sasaran Rapid Test, 50 Orang per Lokasi
Seorang pedagang menjalani rapid test Covid-19 di Pasar Jamu Nguter, Sukoharjo, Kamis (28/5/2020). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Ratusan pedagang dan pembeli di tiga pasar tradisional di Kabupaten Sukoharjo menjalani rapid test Covid-19, Kamis (28/5/2020). Kegiatan rapid test juga menyasar para karyawan dan pengunjung Mitra Swalayan dan Jumbo Toserba.

Pantauan Solopos.com, Kamis, puluhan pedagang dan pengunjung duduk mengantre di lorong Pasar Jamu Nguter. Mereka mengisi formulir berisi identitas diri sebelum menjalani rapid test di Sukoharjo.

Satu per satu pedagang diambil sampel darahnya oleh petugas medis yang memakai alat pelindung diri (APD) berupa hazardous material (hazmat).

MUI: Era New Normal, Salat Jumat Boleh Dilakukan di Wilayah Terkendali

Selain Pasar Jamu Nguter, rapid test di Sukoharjo juga dilaksanakan di Pasar Bekonang, Kecamatan Mojolaban dan Pasar Kartasura.

“Jumlah pedagang pasar dan pengunjung yang menjalani rapid test masing-masing sebanyak 25 orang. Sehingga jumlah total peserta rapid test di setiap pasar tradisional sebanyak 50 orang,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Sukoharjo, Sutarmo, saat ditemui wartawan, Kamis.

Kegiatan rapid test di Sukoharjo juga digelar di dua swalayan di Kabupaten Jamu yakni Mitra Swalayan dan Jumbo Toserba. Target sasaran rapid test adalah karyawan dan pengunjung sebanyak 50 orang.

Orang Tua dan Wali Siswa Hati-Hati “Jebakan” Zonasi PPDB di Solo

Mengawasi Penerapan Protokol Kesehatan

Kegiatan rapid test merupakan bagian dari pencegahan persebaran pandemi Covid-19.

Sutarmo telah menginstruksikan kepada lurah pasar untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional. Anggota satpam berjaga di setiap pintu masuk untuk memantau pembeli yang tak memakai masker.

“Kegiatan rapid test dilaksanakan selama tiga hari mulai 28 Mei 2020 sampai 30 Mei 2020. Ada lima pasar tradisional serta lima swalayan dan mal yang menjadi lokasi rapid test secara bertahap,” ujar dia.

Ganjar Belum Terapkan New Normal, Berapa Tingkat Penularan atau R0 di Jateng versi Bonza?

Rapid test massal di Sukoharjo dinilai penting mengingat persebaran Covid-19 di kabupaten ini cukup massif. Hingga Selasa (26/5/2020), jumlah kasus terkonfirmasi positif corona sebanyak 69 orang.

Perinciannya, sebanyak 32 orang melakukan isolasi mandiri, enam orang dirawat di rumah sakit, dan empat orang meninggal dunia. Sementara jumlah pasien positif  yang dinyatakan sembuh bertambah menjadi 27 orang.

Round Up Covid-19 Wonogiri: Zero Kasus Positif, Rapid Test Massal Tetap Digelar

Sukoharjo merupakan daerah dengan jumlah pasien positif terbanyak di Soloraya dan masuk lima besar se-Jawa Tengah. Hal ini merupakan salah satu pertimbangan Sukoharjo memperpanjang status KLB dan masa tanggap darurat Covid-19.

“Status KLB Covid-19 diperpanjang hingga akhir Juli dengan pertimbangan kurva persebaran pandemi Covid-19 terus meningkat. Kami berharap tak ada lagi penambahan pasien positif corona,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, saat ditemui wartawan di Kantor Bupati Sukoharjo, Selasa (26/5/2020).

Data Covid-19 di Sukoharjo: Positif Ajek 69, Masih Tertinggi di Soloraya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho