Pasar Purwosari Solo akan Berbentuk Hanggar dengan 153 Los dan 14 Kios
Pekerja menyelesaikan pembangunan kios pasar darurat Pasar Purwosari, Solo, Senin (10/2/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Pasar Purwosari Solo yang dikenal warga sejak 1940an bakal dibangun ulang dengan mengakomodasi beberapa hal, salah satunya ruang parkir.

Kini Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mematangkan detail engineering design (DED) pembangunan Pasar Purwosari Solo seiring rampungnya pembangunan kios darurat.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan pihaknya sudah mendaftarkan penghapusan aset Pasar Purwosari untuk kemudian dibongkar.

“Setelah nilai tafsir bangunan keluar, baru dijual. Setelah aset laku dijual, DED jadi, mulai dilelang. Perkiraan kami April nanti sudah mulai pengerjaan fisik. Februari sampai Maret proses perobohan bangunan dan lelang sama-sama dimulai,” kata dia, saat berbincang dengan solopos.com, baru-baru ini.

Heru mengatakan konsep Pasar Purwosari dibangun seiring jalur lambat.

Bangunan tak akan mengganggu arus lalu lintas di jalur lambat Jl. Slamet Riyadi Solo, justru menghidupkan. Salah satunya dengan menyediakan ruang parkir.

Truk Masuk Jurang di Tawangmangu Karanganyar, Ratusan Warga Gotong-Royong Evakuasi

“Misalnya dengan mengambil empat meter dari jalur lambat atau jalur pedestrian. Pasarnya seperti hanggar satu lantai. Tidak ada sekat antar kiosnya seperti rekomendasi Kementerian Perdagangan),” jelasnya.

Dia menambahkan Pasar Purwosari Solo pascarevitalisasi mengakomodasi 153 los dan 14 kios, yang terdiri atas dagangan basah, kering, dan pakaian.

Namun, saat ini hanya 39 pedagang aktif berjualan dan mendapatkan jatah kios darurat. Heru mengaku tidak mengetahui apakah pasar baru bisa mengakomodasi keinginan pedagang distro senggek.

Puluhan Tahun Ndompleng, 5 Keluarga di Colomadu Ini Akhirnya Bisa Pasang Listrik Sendiri

Pedagang kaki lima (PKL) city walk di depan Pasar Purwosari itu sementara ini bergeser jualan di bekas SPBU Jongke. Sementara, pemerintah memiliki rencana berbeda untuk lokasi itu.

“Belum tahu bagaimana. Masih dibicarakan. Meski saat ini yang masih aktif berjualan 39, bisa jadi saat kondisi pasar bagus, mereka kembali ke pasar,” bebernya.

Hari Ini Dalam Sejarah: 20 Februari 1992, Liga Premier Inggris Dibentuk

Kasi Pembangunan dan Pemeliharaan Pasar, Disdag Kota Solo, Joko Sartono, menyebut pedagang distro senggek sudah pindah berjualan ke bekas SPBU Jongke. Pedagang meminta fasilitas sambungan listrik dan gudang penyimpanan.

“Fasilitas listrik baru berproses, kami juga akan memasang pagar di depan agar tidak ada PKL siang yang menempati. Soal permintaan mereka untuk masuk Pasar Purwosari, tentu masih dikoordinasikan ke depan,” ucap Joko.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho