Petugas beraktivitas di halaman Pasar Purwantoro, Wonogiri, Sabtu (16/3/2019). (Istimewa/Agus Suprihanto)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menargetkan kegiatan niaga di gedung baru Pasar Purwantoro dapat dimulai Maret ini. Pedagang sudah mulai menyiapkan kios/los masing-masing.

Pedagang melakukannya seusai mendapat jatah kios/los melalui musyawarah mufakat. Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Wonogiri, Agus Suprihanto, kepada Solopos.com, Minggu (17/3/2019), menyampaikan sudah selesai menginventarisasi jumlah kios dan los, Februari lalu.

Hasilnya, kios tercatat ada 134 unit yang seluruhnya di lantai I dan los di lantai I dan II sebanyak 856 unit. Kios dan los tersebut mampu menampung seluruh pedagang berizin di Pasar Purwantoro.

Agus menyebut lantai I untuk berdagang barang kering, seperti pakaian, aksesori, sepatu, sandal, kecuali kios. Ada sejumlah kios di lantai I untuk warung makan.

Sementara lantai II untuk barang basah, seperti daging, kelapa, sayuran, berbagai bumbu, dan sebagainya. Di lantai II terdapat lokasi bongkar muat barang yang bisa diakses mobil atau truk.

Dengan begitu pedagang bisa mudah menurunkan atau memuat barang. Pedagang yang menempati los posisinya berubah. Pedagang yang semula menempati los di dekat pintu masuk misalnya, bisa menempati los di bagian lain.

Hal itu tidak menjadi masalah karena sudah menjadi konsekuensi pembangunan pasar. Namun, posisi kios yang ditempati pedagang tidak jauh berbeda. Hal yang berubah adalah letak kiosnya saja.

Pedagang yang awalnya menempati kios menghadap ke barat misalnya, dapat menempati kios yang menghadap ke barat juga. “Kios dan los sudah kami beri nomor. Pedagang tinggal mempersiapkan jatah kios/los masing-masing [diberi sekat atau struktur kayu tambahan]. Sampai sekarang [Minggu] persiapan itu masih berlangsung,” kata Agus.

Dia melanjutkan mekanisme pembagian jatah kios/los di gedung baru Pasar Purwantoro yang selesai dibangun dengan anggaran Rp48,6 miliar pada Desember 2018 itu diserahkan kepada pedagang. Dia bersyukur karena pedagang dapat membagi kios melalui musyawarah.

Musyawarah dilaksanakan kelompok pedagang berdasar zonasi setelah Pemkab menentukan zonasi. Menurut Agus hal itu menjadi tren positif.

“Pemkab membangun pasar untuk pedagang. Harapan terbesarnya perekonomian mereka dapat meningkat. Jadi, sudah selayaknya penempatannya ditentukan pedagang. Istilahnya, dari pedagang dan untuk pedagang biar semua nyaman saat berdagang nanti,” ulas Agus.

Terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Purwantoro, Samino, menginformasikan pembagian jatah kios/los seluruhnya ditentukan pedagang melalui musyawarah. Pada proses itu semua pedagang menyepakati keputusan sehingga tidak ada yang ditentukan melalui pengundian.

Musyawarah berjalan lancar tanpa ada protes atau ekses lainnya. Setelah itu pedagang bergegas menyiapkan kios/los masing-masing.

“Sebagai rasa syukur atas selesainya gedung baru, semalam [Sabtu] digelar wayang kulit dengan dalang Ki Anom Suroto. Pedagang dan warga sangat antusias mengikuti acara itu,” kata Samino.

Seperti diketahui, luas lahan Pasar Purwantoro tercatat 12.000 m2 atau 1,2 ha. Luas bangunan lebih kurang 10.000 m2 atau 1 ha. Izin yang diterbitkan Dinas KUKM Perindag sebanyak 134 lembar untuk pedagang yang menempati kios dan 854 untuk pedagang yang menempati los.

Jumlah pedagang kurang dari jumlah izin itu, karena satu pedagang ada yang memiliki lebih dari satu izin penempatan.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten