Pasar Pesawat Jet Pribadi di Indonesia Potensial, Terganjal Prosedur dan Pajak Tinggi
Pesawat jet pribadi Hawker 800 (westaraviation.com)

Pesawat jet pribadi Hawker 800 (westaraviation.com)
JAKARTA - Pasar pesawat jet pribadi (private jet) berpotensi bertumbuh secara konstan dalam beberapa tahun mendatang.

Aircraft Sales Director Hawker Pasific Private Jets, Joachim Hartmann, mengatakan saat ini jumlah pesawat pribadi yang dimiliki oleh orang Indonesia mencapai 60 unit. "Sejak 4 tahun terakhir, pembelian pesawat pribadi menunjukan pertumbuhan yang konstan, dengan sekitar 5-6 pembelian per tahun. Tahun lalu, pembelian melonjak dengan kuantitas sekitar 10 hingga 12 unit," katanya.

Dia menjelaskan, harga pesawat pribadi sangat beragam. Jenis Hawker 400 XP dengan kapasitas 7 kursi bisa dimiliki dengan harga US$5 juta. Sedangkan tipe Global 6000 dengan 14 kursi dijual dengan harga US$55 juta. "Pertumbuhan penjualan pesawat pribadi tidak linier dengan pertumbuhan produk domestik bruto, karena pilihan untuk membeli sangat bersifat individual, sehingga pertumbuhannya tidak bisa diprediksi dengan pasti," sambungnya.

Minat terhadap pesawat pribadi, menurutnya tidak hanya dipengaruhi oleh seberapa kaya seseorang karena pembelian lebih dipacu oleh kebutuhan akan mobilitas tinggi.

Pesawat pribadi diyakini dapat meningkatkan mobilitas dan menghemat waktu. Riset menunjukan dari 100% waktu yang disisihkan untuk melakukan perjalanan udara, 53%-nya dihabiskan untuk menunggu, dan 18% dihabiskan untuk transit. Waktu penerbangannya sendiri sebetulnya hanya 29% saja.

Namun, ada beberapa beberapa hal yang dianggap menantang dalam memasarkan pesawat jet pribadi di Indonesia, terutama masalah perizinan terbang ke Indonesia dan di dalam Indonesia yang harus melalui tiga lembaga termasuk militer dan kementerian luar negeri. Pajak yang tinggi hingga 65% untuk pesawat pribadi impor juga memberatkan jutawan untuk membeli.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho