Pasar Palur Karanganyar Disidak, Tim Gabungan Temukan Susu Kedaluwarsa
Petugas Dinkes Kabupaten Karanganyar dan puskesmas mendata dan mengecek sejumlah sampel makanan saat sidak pengawasan keamanan dan kesehatan makanan dan minuman di Pasar Palur pada Selasa (19/5/2020). (Sri Sumi Handayani/Solopos.com)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Tim gabungan Dinkes, puskesmas, dan Satpol PP Kabupaten Karanganyar menemukan susu kemasan untuk anak-anak dan kue basah kedaluwarsa di Pasar Palur pada Selasa (19/5/2020).

Pemkab Bakal Gelar Salat Idulfitri di Alun-Alun Karanganyar, Bupati Juliyatmono Jadi Khotib

Tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) pengawasan keamanan dan kesehatan makanan dan minuman di 13 pasar tradisional di Kabupaten Karanganyar. Sidak dilaksanakan sejak Selasa (12/5/2020) dan rampung pada Rabu (20/5/2020).

Sidak diawali dari Pasar Kebakkramat, Pasar Malangjiwan di Colomadu, Pasar Tawangmangu, Pasar Tegalgede, Pasar Jambangan di Mojogedang, Pasar Jatipuro, Pasar Jumantono, Pasar Jumapolo, Pasar Jungke, Pasar Kerjo, Pasar Karangpandan, dan Pasar Palur di Jaten. Rencana sidak di Pasar Matesih pada Rabu (20/5/2020).

Sidak Pasar Palur Karanganyar

Hasil sidak di Pasar Palur, Kecamatan Jaten, tim menemukan dua jenis makanan kedaluwarsa, yakni minuman susu kemasan untuk anak-anak dan bakpia kedaluwarsa. Masa kedaluwarsa susu kemasan untuk anak-anak Juli 2019.

3 Pasien Positif Corona Klaster Gowa Dari Tasikmadu dan Colomadu Karanganyar Sembuh

Ketua tim sidak pengawasan keamanan dan kesehatan makanan dan minuman di Pasar Palur, Mus Joko Rustanto, menyampaikan pengecekan fokus pada makanan, minuman, dan bahan tambahan pangan, seperti pewarna dan pengawet.

Tim mengambil contoh sepuluh jenis makanan, seperti bakso, cendol, kerupuk berwarna, tahu, dan lain-lain. Sepuluh jenis makanan itu dicek kandungan pewarna dan pengawet menggunakan larutan khusus.

"Kami minta pedagang meretur dua jenis makanan dan minuman itu karena sudah kedaluwarsa. Kami minta makanan itu disendirikan dan pedagang mau. Kami berikan surat berita acara kesanggupan meretur," tutur Mus saat berbincang dengan wartawan di sela-sela melaksanakan sidak, Selasa.

Bupati Karanganyar: Salat Id Berjemaah Boleh, Tapi Hindari Halalbihalal

Mus mengklaim keamanan dan kesehatan makanan di pasar tradisional berangsur membaik. Dia mencontohkan perilaku sejumlah pedagang sudah tidak menjual barang yang terdeteksi mengandung pewarna, formalin, dan boraks. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan pihak pasar untuk membantu mengawasi barang dagangan.

"Kami gandeng kepala pasar untuk memberikan edukasi. Kami kan sifatnya hanya mengimbau. Kami tidak bisa mengambil atau menyita barang. Pemeriksaan rutun setiap tahun untuk melihat peran masyarakat menekan penggunaan zat pewarna dan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan dalam jangka panjang," ujar dia.

Bagi-Bagi Masker dan Hand Sanitizer

Pada kesempatan itu, Dinkes juga membagikan masker kain dari organisasi profesi kesehatan se-Kabupaten Karanganyar. Masker dibagikan kepada pengunjung dan pedagang. Mereka juga membagikan hand sanitizer.

40 Keluarga di Bantaran Bengawan Solo Karanganyar Butuh Bantuan Sembako

Sementara itu, Kepala Pasar Palur, Sri Haryani, mengungkapkan rutin mengecek barang dagangan milik pedagang di Pasar Palur. Haryani mengklaim Pasar Palur rutin dicek dua kali dalam satu tahun.

"Alhamdulilah dari tahun ke tahun, jumlah temuan bahan pengawet maupun pewarna berkurang. Penjual sudah tahu, maka mulai menata barang kedaluwarsa untuk dikembalikan. Mereka mengerti karena hal itu akan merugikan masyarakat. Saya sering mengingatkan. Soal barang kedaluwarsa itu tahun kemarin lebih banyak. Ada bumbu dapur juga. Tapi tahun ini [bumbu dapur] tidak ada," ungkap dia saat berbincang dengan wartawan.

Selain makanan kedaluwarsa, Haryani menyampaikan tidak dapat melarang pedagang menjajakan makanan yang dijual per kilogram. Makanan tersebut tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa.

PDM Karanganyar Lewat MCCC Bagikan 4.382 Paket Sembako

Haryani hanya mengingatkan pedagang untuk memastikan menjaga kebersihan makanan. "Tidak bisa dilarang. Cuma bisa mengingatkan harus hati-hati karena itu home industri."


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho