Pasar Murah Sukoharjo Diperpanjang dan Lokasi Ditambah, Cek Jadwalnya
Sejumlah warga mengantre membeli komoditas pangan saat operasi pasar di Pasar Tawangsari, Sukoharjo, Selasa (12/5/2020). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo memperpanjang pelaksanaan operasi pasar murah kebutuhan pokok seiring tingginya animo masyarakat di beberapa lokasi.

Tak hanya waktunya yang ditambah sehari, lokasi pasar murah juga ditambah. Semula pasar murah hanya dilaksanakan di lima pasar tradisional kemudian diperluas menjadi enam pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Sukoharjo Sutarmo mengatakan operasi pasar dalam dua hari terakhir di Pasar Tawangsari dan Pasar Ir Soekarno mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Wonogiri Tanpa Kasus Covid-19 dalam 15 Hari Terakhir, Ini Kata Bupati Jekek

Mereka berbondong-bondong datang menyerbu pasar murah Sukoharjo. "Animonya sangat tinggi sekali. Jadi mestinya pasar murah berakhir 19 Mei nanti di Pasar Bekonang. Tapi kami perpanjang sehari di Pasar Kartasura," kata Sutarmo di sela operasi pasar di Pasar Ir Soekarno, Rabu (13/5/2020).

Sutarmo mengatakan dalam pelaksanaan pasar murah ini Pemkab menggandeng Perum Bulog Solo. Setelah Pasar Tawangsari dan Ir Soekarno, Sutarmo mengatakan sasaran berikutnya adalah Pasar Tawangkuno, Weru, pada Kamis (14/5/2020).

Kemudian Pasar Glondongan di Kecamatan Polokarto pada Senin (18/5/2020), Pasar Bekonang pada Selasa (19/5/2020), dan terakhir Pasar Kartasura, Rabu (20/5/2020).

1 Orang Jemaah Positif Corona, Masjid di Joyotakan Solo Ini Tetap Gelar Salat Tarawih

Menurut Sutarmo, tingginya animo masyarakat terhadap pasar murah di Sukoharjo salah satunya karena harga jual gula pasir, beras, dan minyak goreng sesuai Harga Eceren Tertinggi (HET) pemerintah.

Dengan demikian lebih murah dari harga pasaran. Harga untuk beras premium kemasan 5 kg Rp52.000, gula pasir Rp12.500,00 per kg, dan minyak goreng Rp12.000 per liter.

Mengendalikan Harga

Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Solo Andes Masyiri mengatakan pasar murah tersebut digelar untuk mengendalikan harga khususnya gula pasar. Di pasaran harga gula pasir sempat naik hingga Rp18.000 per kg.

UU Minerba Baru Untungkan 7 Perusahaan Batu Bara, Termasuk Adaro

Dengan pasar murah di Sukoharjo tersebut diharapkan harga gula kembali stabil di harga yang normal. Dalam pasar murah kali ini, Bulog mengeluarkan 1 ton gula pasir, 400 liter minyak goreng, 200 kg beras, dan 200 kg tepung terigu.

"Animo masyarakat Sukoharjo cukup tinggi, terbukti di Pasar Tawangsari kemarin antrean hingga 400 dan di Pasar Ir Soekarno hingga pukul 10.00 WIB sudah mencapai 350," ujarnya.

Ketahuan Mudik Pakai Sepeda Motor, 7 Orang Ini Langsung Digiring ke Grha Wisata Solo

Andes juga mengatakan khusus untuk gula pasir ada pembatasan pembelian. Satu orang maksimal 2 kg agar tidak terjadi aksi borong. Warga yang sudah datang membeli kemudian diberi tanda dengan tinta di jari. "Untuk komoditas lain tidak ada pembatasan," katanya.

Saat ini, Andes mengaku stok beras Bulog Solo sangat melimpah mencapai 15.300 ton yang tersimpan di sembilan gudang Bulog.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho