Pekerja menyelesaikan pembuatan mebel di dalam area Pasar Mebel, Banjarsari, Solo, Sabtu (19/10/2019). (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, SOLO -- Pengusaha mebel di Pasar Mebel Banjarsari, Solo, keberatan jika pasar tersebut dibangun khusus untuk ruang display.

Hal itu dianggap menyusahkan pengusaha karena harus mencari tempat lain untuk produksi hingga finishing mebel sebelum didisplay di pasar.

Ketua Paguyuban Pasar Meubel, Shidik Budi Santoso, mengatakan belum tahu secara detail kebijakan Dinas Perdagangan (Disdag) Solo soal pembanguna pasar mebel yang terbakar beberapa tahun lalu itu.

Menurutnya, para pengusaha mebel keberatan jika Pasar Mebel hanya untuk showroom atau ruang display.

“Kalau ada solusinya [untuk tempat produksi dan finishing] ya tidak apa-apa, tapi kalau belum ada solusinya akan memberatkan kami,” beber dia.

Ditolak PDIP Solo, Gibran Dipersilakan Daftar ke DPD Jateng

Sementara itu, Lurah Pasar Mebel, Febrianto Budi Purnomo, mengatakan belum mendapatkan informasi terkait desain Pasar Mebel yang akan dibangun maupun penggunaannya.

Menurutnya, apabila ada rencana yang tidak dikehendaki pedagang akan diutarakan saat sosialisasi.

“Jujur saja saya juga belum mendapatkan informasi. Tapi kalau benar-benar hanya digunakan untuk ruang pamer produk, pengusaha akan menyampaikan keluhan mereka saat sosialisasi. Tidak mungkin Pemkot akan menerapkan kebijakan tanpa ada diskusi terlebih dulu,” beber dia.

Sebelumnya, Kepala Disdag Solo, Heru Sunardi, mengatakan rencana revitalisasi Pasar Mebel akan dibangun dua lantai. Menurut Heru, nantinya Pasar Meubel hanya akan digunakan sebagai showroom.

Viral, Dukun Amankan Pelantikan Jokowi Pakai Nyi Roro Kidul

Pedagang dilarang memproduksi mebel di dalam lokasi pasar. Saat ini Pemkot Solo tengah menggodok desain engineering design (DED) final pasar yang pernah terbakar beberapa kali itu.

Guna mencegah kebakaran, setiap pedagang diminta memiliki alat pemadam api ringan (APAR). Selain itu, Pemkot Solo juga menyediakan hidran yang tersambung dengan selang.

Selama proses pembangunan, pedagang bakal diminta memindahkan dagangannya ke rumah atau lokasi produksi lain untuk sementara waktu. Hal itu sudah dikomunikasikan kepada pedagang sebelumnya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten