Pekerja memotong besi pilar penyangga atap bangunan Pasar Legi Solo, Senin (17/6/2019). (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan membangun pasar darurat untuk menampung ratusan pedagang Pasar Legi pada September mendatang. Lokasinya di seputaran Taman Monumen Banjarsari (Monjari).

Saat ini bangunan induk Pasar Legi yang terbakar pada Oktober 2018 lalu itu tengah dibongkar dan ditargetkan selesai Juli ini. Setelah itu, Pasar Legi akan dibangun kembali.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan pasar darurat wajib ada sebelum pembangunan pasar dimulai. Setelah pasar terbakar, pedagang membuat kios darurat di sekitar bangunan lama.

"Nah, nantinya mereka tidak boleh lagi berjualan di sekitar situ. Area harus steril, aktivitas di kios darurat tidak boleh mengganggu kegiatan pembangunan. Jadi, nanti mereka harus pindah. Lingkungan Pasar Legi akan kami tutup dengan pagar,” kata dia kepada wartawan, pekan lalu.

Lokasi pasar darurat, sambung Heri, berada di sekitar Taman Monumen Banjarsari (Monjari). Ruang-ruang kosong di sekitar taman itu akan dibangun kios untuk menampung 700-an pedagang yang selama ini berjualan di pelataran dan tepi jalan.

“Relokasi pedagang ke pasar darurat untuk keamanan mereka sendiri. Pembangunan menggunakan alat berat, materialnya juga banyak. Kami tidak ingin ada kecelakaan kerja atau membuat kegiatan jual beli masyarakat terganggu,” jelasnya.

Dana pembuatan pasar darurat Pasar Legi bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan yang bakal digedok Agustus. Karena itulah, pembangunan dikerjakan September.

Sebelumnya, Lurah Pasar Legi, Marsono, mengatakan bangunan induk yang terbakar mulai dibongkar pada Senin (17/6/2019). Guna mendukung akses keluar masuk kendaraan pengangkut sisa bangunan, pedagang di sisi selatan diminta bergeser.

“Kami menggeser pedagang di sisi selatan untuk kembali masuk ke dalam bagian pasar yang tidak terbakar. Pedagang ini punya kios di lantai II yang tidak ikut terbakar. Mereka turun ke gang-gang pasar karena khawatir dagangannya tidak laku,” kata dia.

Pembongkaran juga akan menggeser pedagang terdampak secara bergelombang. Hal tersebut dilakukan karena luasan pasar darurat yang terbatas.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: