Lahan bekas Pasar Klewer timur. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SOLO -- Revitalisasi Pasar Klewer Solo sisi timur akhirnya menemui titik terang. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melelang proyek pembangunan pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah ini pada Januari nanti.

Kepastian itu diperoleh Pemkot setelah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR di Jakarta, Senin (17/12/2018). "Kemarin kami sudah bertemu Kementerian PUPR bahwa lelang [revitalisasi pasar] akan ditekel langsung oleh pusat pada Januari nanti," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Selasa (18/12/2018).

Saat ini Kementerian PUPR tengah mempersiapkan proses lelang yang rencananya dimulai Januari nanti. Kemudian pembangunan pasar dikerjakan mulai Maret dengan masa kontrak kerja selama tujuh bulan atau diperkirakan pada September bangunan pasar jadi.

Pembangunan Pasar Klewer timur sepenuhnya akan dibiayai pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dengan total anggaran Rp58 miliar. Anggaran itu untuk membangun pasar mengacu desain awal dibangun dua lantai, yakni lantai basement dan semibasement serta bagian atas untuk hall.

"Nanti Pasar Klewer timur dibangun bersamaan dengan 12 pasar lain di Indonesia," kata Subagiyo.

Seiring persiapan lelang pembangunan Pasar Klewer timur, Pemkot juga menyiapkan perpanjangan sewa lahan Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo untuk pasar darurat bagi pedagang pasar tersebut. Perpanjangan sewa lahan Alut dibayarkan Pemkot dua kali ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada tahun ini dan tahun depan.

Nilai perpanjangan sewa lahan Alut dibayarkan Pemkot sama seperti nilai sewa sebelumnya ditetapkan Rp2,5 miliar per tahun. "Tahun ini kita bayarkan Rp1,25 miliar dan sisanya Rp1,25 miliar dibayarkan tahun depan," katanya.

Pemkot juga menyiapkan restorasi Alut setelah digunakan sebagai pasar darurat bagi pedagang Pasar Klewer. Restorasi Alut akan dikerjakan di antaranya pembongkaran saluran air dan mengembalikan rumput serta jalan Alut.

Dalam pengerjaan ini, Pemkot akan menggandeng Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), dan pemerhati cagar budaya. Hal ini dilakukan agar restorasi Alut tidak menyalahi aturan sebagai kawasan cagar budaya.

"Sebelum restorasi, kami akan lakukan penghapusan aset pasar darurat," katanya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan dengan adanya kepastian pembangunan pasar Klewer yang dibiayai pemerintah pusat, anggaran cadangan Pemkot dalam APBD Kota Solo 2019 senilai Rp30 miliar batal dicairkan.

Pemkot akan mengalihkan anggaran cadangan tersebut untuk pembangunan Pasar Legi yang terbakar akhir Oktober lalu.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten