PASAR JOHAR TERBAKAR : Gubernur Ganjar Janji Salurkan Modal setelah Data Tersedia
Puluhan pedagang korban kebakaran Pasar Johar mengantre untuk mendapatkan nomor undian lapak berdagang di Jl. Agus Salim, Semarang, Selasa (12/5/2015). (Insetyonoto/JIBI/Solopos/dok)

Pasar Johar terbakar, namun penyaluran modal pedagang tak kunjung mengucur.

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan penyaluran bantuan modal bagi ribuan pedagang pascakebakaran Pasar Johar Semarang menunggu data dari pihak yang terkait. "Saya tunggu data dari Dinas Pasar Kota Semarang atau dari asosiasi pedagang, yang jelas datanya by name by address," kata Gubernur ganjar di Semarang, Senin (22/6/2015).

Menurut Ganjar, data mengenai jumlah pedagang korban Pasar Johar terbakar yang berhak menerima bantuan modal sebesar Rp3 juta dari Pemprov Jateng dan Bank Jateng itu harus akurat guna menghindari penyimpangan. "Intinya saya menunggu datanya diberikan kepada saya. Kalau tidak (akurat), nanti banyak 'penumpang gelap'," ujarnya.

Agar bantuan modal tersebut tidak salah sasaran, kata Ganjar, Pemprov Jateng akan melakukan verifikasi dan klarifikasi langsung di lapangan. "Saya berharap setelah ini ada pelajaran yang bisa dipetik terkait dengan data pedagang sehingga tidak seperti sekarang," katanya.

Para pedagang di Pasar Johar Semarang menagih kembali janji bantuan permodalan dari perbankan yang difasilitasi pemerintah kota setempat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. "Sampai saat ini, belum ada bantuan apa pun dari pemerintah maupun pihak ketiga yang diterima pedagang," kata Nurul Huda (44), pemilik Toko Buku Amanah yang saat ini menempati kios di Lantai III Pasar Bulu Semarang setelah kiosnya yang berada di Pasar Johar ludes akibat kebakaran, 9 Mei lalu.

Nurul yang juga Ketua Paguyuban Pedagang Buku Pasar Johar mengatakan bahwa para pedagang sangat membutuhkan bantuan modal untuk memulai usahanya, khususnya untuk membangun kios baru di lapak sementara maupun untuk membeli barang dagangan yang akan mereka jual. "Dagangan kami nyaris ludes, tentu takmudah bagi kami untuk membeli lagi. Memang Pemkot Semarang sudah menyiapkan tempat sementara. Namun, nyaris tidak ada dagangan yang bisa kami jual," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng Bank Jateng guna membantu permodalan bagi ribuan pedagang agar bisa berdagang kembali pascakebakaran Pasar Johar Semarang.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom