PASAR JOHAR TERBAKAR : Api Padam, Pemadam Tetap Awasi Pasar Johar

PASAR JOHAR TERBAKAR : Api Padam, Pemadam Tetap Awasi Pasar Johar

SOLOPOS.COM - Warga menyaksikan kebakaran Pasar Johar Semarang, Sabtu (9/5/2015). (Insetyonoto/JIBI/Solopos)

Pasar Johar terbakar pada Senin malam dan api telah berhasil dilumpuhkan.

Solopos.com, SEMARANG - Kobaran api yang melalap Pasar Johar Semarang sejak Sabtu (9/5/2015) malam telah berhasil dipadamkan Minggu (10/5/2015). Namun Dinas Kebakaran Kota Semarang tetap akan menyiagakan personelnya untuk memantau Pasar Johar selama lima hari ke depan.

"Sesuai instruksi Pak Wali [Wali Kota Semarang], kami stand by lima hari ke depan," kata Kepala Bidang Operasional dan Pengendalian Dinas Kebakaran Kota Semarang Sumarsono di Semarang, Minggu, di lokasi kejadian.

Ia mengatakan penyiagaan personel untuk memastikan agar tidak muncul titik-titik api yang berpotensi menyebabkan terjadinya lagi kebakaran di pasar tradisional itu.

Sejauh ini, kata dia, memang masih ditemui bara-bara api di sejumlah titik yang mengepulkan asap cukup pekat, namun api sudah berhasil dilokalisir dan dikuasai agar tidak menyebar kemana-mana.

"Istilahnya ngureng, yakni di bagian atasnya sudah padam, namun di bagian bawah masih membara. Ya, bara ini memang masih berpotensi membesar, namun kami terus upayakan antisipasi," kata dia.

Sumarsono menyatakan ada 20 mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk membantu menuntaskan pemadaman api di Pasar Johar, dibantu dinas terkait dari daerah sekitar Kota Semarang.

Rencananya, kata dia, satu unit mobil pemadam kebakaran akan ditempatkan di kawasan Pasar Johar dengan personel yang disiagakan di lokasi itu secara bergiliran selama lima hari ke depan.

"Jumlah personelnya ada sekitar 20 orang yang kami akan siagakan selama lima hari ke depan. Ya, tujuannya agar yang ngureng [bara api] ini bisa secepatnya padam," kata Sumarsono.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang meninjau Pasar Johar menginstruksikan Dinas Kebakaran setempat untuk mengatasi titik-titik api yang masih tersisa secara tuntas.

"Makanya, tadi kami jalan sampai belakang untuk memastikan agar tidak ada titik-titik api lagi. Kami koordinasi Dinas Kebakaran agar bisa tuntas-tas hari ini. Jangan ditunda-tunda," katanya.

Diberitakan, Pasar Johar Semarang terbakar hebat pada Sabtu malam, menghanguskan setidaknya ribuan kios pedagang.

Angin yang bertiup kencang menyebabkan kebakaran terus merembet ke Pasar Yaik yang masih satu kawasan dengan Pasar Johar, dan api baru berhasil dikuasai pada Minggu pagi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.

Dishub Semarang Catat 8 Titik Kemacetan Jelang Lebaran

Larangan mudik tak menyebabkan Semarang bebas macet, bahkan Dishub Kota Semarang mendeteksi adanya delapan titik kemacetan di kota ini.