Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Pasar Jebres, Solo, Jumat (15/3/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- https://soloraya.solopos.com/read/20180308/489/900985/revitalisasi-pasar-solo-pasar-legi-digarap-setelah-pasar-klewer-timur-dan-jebres" title="REVITALISASI PASAR SOLO: Pasar Legi Digarap setelah Pasar Klewer Timur dan Jebres">Pasar Jebres, Solo, akan mengikuti jejak Pasar Tanggul di Kelurahan Sewu yang saat ini menjadi satu-satunya pasar berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) di Solo.

Pasar Jebres diproyeksikan Dinas Perdagangan (Disdag) Solo sebagai pasar berikutnya yang memenuhi kategori SNI. Kepala Disdag Solo Subagiyo mengatakan pembangunan pasar berlabel SNI sudah diprogramkan Pemkot sejak lama.

Pada 2019, Disdag menargetkan memiliki satu lagi pasar berlabel SNI yaitu Pasar Jebres. “Sudah diprogramkan semua sebenarnya. Untuk tahun ini kami menargetkan satu pasar lagi akan berlabel SNI. Nanti di https://soloraya.solopos.com/read/20180421/489/910178/pasar-darurat-jebres-ditarget-rampung-pertengahan-mei" title="Pasar Darurat Jebres Ditarget Rampung Pertengahan Mei">Pasar Jebres. Karena kami sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan untuk mendapatkan sertifikat tersebut. Nanti tinggal diajukan untuk dinilai apakah memenuhi syarat atau tidak,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Jumat (15/3/2019).

Untuk memenuhi standar SNI, ada 47 syarat yang harus dipenuhi oleh pasar tersebut. Salah satunya memiliki fasilitas ramah difabel. Subagiyo optimistis Pasar Jebres dapat memenuhi ke-47 syarat tersebut.

“Syaratnya ada banyak. Ada 47 syarat SNI. Nanti standar di Pasar Jebres kurang lebih sama dengan di Pasar Tanggul. Kami berusaha memenuhi 47 standar tersebut,” bebernya.

Pembangunan Pasar Jebres yang dimulai tahun lalu ditargetkan rampung pada awal 2019. Disdag juga merencanakan pedagang dapat ditata di Pasar Jebres pada April nanti.

“Nanti April sudah ditata pedagangnya di https://soloraya.solopos.com/read/20181029/489/949272/bakal-direvitalisasi-pasar-legi-solo-akan-jadi-seperti-ini" title="Bakal Direvitalisasi, Pasar Legi Solo Akan Jadi Seperti Ini?">Pasar Jebres. Setelah itu, kami ajukan untuk dinilai. Kami sudah mendesain pasar tersebut ramah difabel. Mulai dari ramp di pintu masuk, toilet, paving. Hanya tidak seperti Pasar Tanggul, nanti Pasar Jebres tidak memiliki eskalator. Untuk naik ke lantai II, ada ramp yang sudah diukur kemiringannya,” tutur Bagiyo.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Tradisional Surakarta (Papatsuta) Ari Saputro sangat mendukung adanya pasar berlabel SNI. Dia mengharapkan pasar-pasar lainnya mengikuti standar tersebut.

Meskipun begitu, dia mengharapkan ruh asli dari pasar tradisional tidak akan menghilang. “Kami dari Papatsuta tentu sangat mendukung dengan adanya pasar ramah difabel, ramah anak dan pasar bersih. Yang terpenting adalah ruhnya jangan hilang. Seperti kegiatan tawar menawar adalah ruh pasar tradisional yang menjadi ciri khas,” kata Ari.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten