Pasar Ikan Balekambang Solo Bikin Kepincut, Ada Gurita hingga Baby Hiu

Jenis ikan yang dijual di Pasar Ikan Balekambang Solo jenisnya beragam sehingga konsumen punya banyak pilihan berbelanja.

 Suasana Pasar Ikan Balekambang Solo, beberapa waktu lalu. (Solopos-Farida Trisnaningtyas)

SOLOPOS.COM - Suasana Pasar Ikan Balekambang Solo, beberapa waktu lalu. (Solopos-Farida Trisnaningtyas)

Solopos.com, SOLO -- Pasar Ikan Balekambang Solo yang kembali dihidupkan sejak Februari 2021 lalu kini menjadi jujugan para pedagang ikan untuk kulakan serta menjadi destinasi wisata belanja baru bagi masyarakat.

Yuliani misalnya turut penasaran karena teman-temannya pamer belanja ikan dengan harga murah di Pasar Ikan Balekambang yang buka di malam hari. Karyawan swasta asal Boyolali ini lalu mengajak sang suami ke pasar tersebut pada akhir Mei lalu.

Dari cerita temannya, ia mesti ke sana di atas pukul 20.00 WIB jika ingin mendapatkan ikan yang segar. Pada jam-jam tersebut, para pedagang ikan dari berbagai daerah baru datang dengan membawa aneka ikan segar beragam jenis.

Baca juga: Pasar Ikan Balekambang Solo, Surga bagi Pencinta Iwak Harga Miring

“Niatnya mau beli nila atau kakap, tapi lihat cumi-cumi, udang jadi kepengen,” ujar dia, saat ditemui Solopos.com, beberapa waktu lalu. Ia kemudian memutuskan membeli kakap merah 1 kilogram (kg) seharga Rp60.000.

Menurutnya, jenis ikan yang dijual di pasar Ikan Balekambang jenisnya banyak sehingga konsumen sepertinya punya banyak pilihan. Selain itu, jika dilihat ikan-ikan tersebut segar sehingga menambah daya tarik tersendiri.

“Kalau beli di luar harganya lebih mahal. Cuma ya mesti cepet-cepetan belinya, soalnya ramai. Namanya juga pasar ikan, baunya ya amis,” kelakarnya.

Baca juga: Gugatan Melawan Ahli Waris Sriwedari Tak Diterima Hakim, Pemkot Solo Masih Punya Peluang?

Warga lain, Putri, mesti menunggu karena terlalu cepat datang ke Pasar Ikan Balekambang. Ketika itu ia sampai di sana sekitar pukul 19.00 WIB sedangkan para pedagang ikan ramai berdatangan sekitar pukul 20.20 WIB.

Pedagang sebagian besar membawa mobil pikap untuk mengusung ikan-ikan segar tersebut. Jika dilihat dari pelat nomor kendaraannya, rata-rata K dan AB.

“Saya kira magrib sudah ada, ternyata lebih malam lagi,” ujar Putri, warga Banjarsari Solo.

Menambah Varian Menu

Setelah menunggu sekitar 1,5 jam, barulah ia berbelanja. Saat itu ia hanya membeli hasil olahan ikan seperti nuget dan udang.

“Adanya pasar ini jadi menambah varian menu selain ayam. Apalagi harganya terjangkau. Sempat kaget tanyata ada baby hiu harganya murah, jadi ingin beli. Akan tetapi, bingung ikannya mau saya masak apa,” papar dia.

Sementara itu, warga lainnya, Eni, sengaja kulakan ikan di pasar. Sedianya pengusaha katering ini mendapat pesanan olahan ikan dalam jumlah banyak.

“Selisih harganya bisa ribuan. Tentu ya lumayan kalau beli di sini. Apalagi saya butuhnya banyak,” jelas dia.

Baca juga: Kerumunan Pembeli BTS Meal Bikin Heboh, Praktisi Hukum: McDonald's Solo Layak Disegel!

Pengelola Pasar Ikan Balekambang, Joenet Novianto, mengatakan beragam jenis ikan air laut maupun tawar ada di pasar ini. Mulai dari gurita, udang, cumi, kepiting, bakau, baby hiu, emas belanak, pari, patin, gurame, nila, pari, bandeng, tongkol, dan sebagainya.

“Konsumennya terbagi menjadi dua, yakni pedagang ikan untuk kulakan dan konsumen/pembeli biasa. Konsumen umum paling belinya sekilo [kilogram] dua kilo, atau kurang dari itu. Tentu harganya berbeda antara bakul dengan pembeli biasa,” ujar dia.

Mendatangkan Ikan dari Asalnya

Dia menyebut setidaknya sebanyak 30 ton ikan segar dijual di pasar ini setiap harinya. Harga ikan yang lebih murah dari pasaran ini lantaran pengelola berani mendatangkan pedagang ikan kakap langsung dari asalnya, seperti dari kawasan pantai utara (Pantura) Jepara, Rembang, Demak, Rembang, Kendal, Gresik, Lamongan, hingga Banyuwangi dan Pacitan.

Baca juga: Heboh Promo BTS Meal McD Bikin Dilema, Ojol Solo: Jangan Sampai Terulang Lagi!

Setidaknya ada 25 pedagang berjualan. Mereka menggunakan mobil pikap yang membawa muatan ikan segar setiap harinya ke Solo.

Dari pantauan Solopos.com, harga ikan dan jenisnya sangat bervariasi. Misalnya, untuk udang mulai dari Rp60.000-Rp100.000 per kg. Sedangkan harga mulai dari Rp60.000 - Rp75.000/kg. Harga ikan patin mulai dari Rp18.000 - Rp20.000, kakap merah Rp60.000 per kg, dan kakap putih Rp55.000 per kg.

Selain itu, ikan bandeng harganya mulai dari Rp28.000-Rp35.000 per kg, gurame Rp28.000/kg, baby hiu Rp25.000/kg, dan ikan tongkol Rp28.000 per kg. Sementara harga kerang Rp28.000 per kg, kerang hijau Rp15.000 per kg, dan harga kepiting mulai dari Rp90.000-Rp110.000 per kg.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Muncul Klaster PTM di Solo, Ini Tanggapan Gibran

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) di Solo tak terganggu dengan kasus Covid-19 di sejumlah sekolah.

Puting Beliung Terjang Gantiwarno, 5 Rumah Rusak

Sebanyak 5 rumah di Dukuh Sangiran, Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno rusak setelah diterjang puting beliung, Senin (18/10/2021) pukul 16.00 WIB.

Klaster PTM Solo Berkembang ke 5 SD, 47 Warga Sekolah Positif Covid-19

Sedikitnya 47 siswa dan pengajar SD di Kota Solo terpapar Covid-19 dalam masa pembelajaran tatap muka (PTM).

4 Peserta CPNS Sukoharjo Diundang Ujian Susulan, Ini Penyebabnya

Sebanyak empat orang peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Sukoharjo diundang untuk mengikuti ujian susulan pada Rabu (20/10/2021) dan Minggu (31/10/2021).

Perlintasan KA Bedowo Sudah Berpintu Palang, Tapi Tak Ada yang Jaga

PT KAI telah memasang pintu palang di perlintasan KA Bedowo, Sragen. Sayangnya, pintu palang itu tak berfungsi lantaran tak ada petugas yang mengoperasikannya.

2022, Pemkab Karanganyar Usul Tambah 718.000 Tabung Melon

Kabupaten Karanganyar mengusulkan tambahan 718.000 tabung elpiji bersubsidi pada 2022.

Jatuh Bangun Menjaga Nyala Para Pendamping ADS

Pandemi Covid-19 berdampak buruk pada perkembangan ADS, para orangtua pendamping harus melakukan berbagai upaya untuk menjaga anak-anak mereka di tengah minimnya layanan fisioterapi.

Siapkan Hadiah Untuk Atlet, Dispora Sukoharjo Rahasiakan Wujudnya

Dispora Sukoharjo merahasiakan hadiah bagi atlet asal Sukoharjo yang berprestasi di PON XX Papua.

Sudah 20 Kali Naik Haji, Ini Komentar Pimpinan KBIH Solo soal Dana Haji

Dari pengawasan yang dilakukan DPR, dapat dipastikan tidak terdapat penggunaan dana haji untuk membiayai proyek infrastruktur pemerintah.

Asosisasi Penghulu Sragen Bicara Keabsahan Nikah Siri, Kesimpulannya?

Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sragen mengatakan lembaga pemerintah tidak bisa menerbitkan atau menyimpulkan pernikahan siri.

Muncul Klaster PTM di 4 SD di Solo, PTM di Sekolah Lain Jalan Terus

Muncul klaster pembelajaran tatap muka (PTM) di empat SD di Kota Solo. Pemkot Solo memastikan PTM di sekolah lain akan terus berjalan.

Kejayaan Kol Kuning di Era 90-an, Warga Klaten Rindu Bergelantungan

Warga Klaten berharap kol kuning yang menjadi transportasi umum primadona di Kabupaten Bersinar era 1990-an hingga 2000-an dihidupkan lagi dengan wajah baru.

Sopir Kelelahan, Ertiga Nyungsep Perkebunan Tawangmangu

Supir Suzuki Ertiga lebih dulu mengantuk dan mengalai kecelakaan di Tawangmangu sebelum dapat tempat yang nyaman untuk istirahat.

Selamat, Ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas Terbaik di Klaten

Anggota Koramil Klaten Selatan dan anggota Polsek Prambanan terpilih menjadi Babinsa dan Bhabinkamtibmas terbaik di Klaten.

Muncul Klaster PTM di Solo, 28 Siswa di 1 SD Terpapar Covid-19

Terdapat siswa yang dinyatakan positif Covid-19 di empat SD di Kota Solo saat menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).