Tutup Iklan
Pasar Harjodaksino Ditutup Sepekan, Terus 1.400-an Pedagang Ngapain?
Pasar Harjodaksino, Gemblegan, Solo (www.surakarta.go.id)

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memutuskan Pasar Harjodaksino ditutup selama satu pekan mulai Selasa (14/7/2020) hingga Senin (20/7/2020). Hal itu menyusul temuan kasus positif Covid-19 di pasar tersebut.

Seorang pedagang empon-empon di pasar itu dinyatakan meninggal dunia akibat tertular virus SARS CoV-2, Sabtu (11/7/2020). Penutupan dilakukan guna memutus rantai virus corona jenis baru itu.

Dengan penutupan pasar ini, lantas apa yang harus dilakukan pedagang Pasar Harjodaksino? Lurah Pasar Harjodaksino, Listianto, pada Senin (13/7/2020), mengatakan Pasar Harjodaksino ditutup dan pedagang dilarang melakukan aktivitas jual beli.

Rusia Rampung Uji Vaksin Covid-19 ke Manusia, Apa Hasilnya?

“Berhubung ada pedagang Pasar Harjodaksino yang positif terkena corona dan meninggal. Mulai besok pagi tanggal 14 pasar ditutup selama tujuh hari. Sekali lagi, kami mohon maaf, karena ini untuk memutus virus corona agar tidak merebak ke mana-mana,” kata dia di hadapan pedagang pasar tersebut, Senin.

Berdasarkan surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, selama pasar ditutup, pedagang kios, los, dan oprokan dilarang melakukan aktivitas jual beli. Para pedagang diminta melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing untuk mencegah penularan Covid-19.

Kecelakaan Madiun: 2 Motor Tabrakan di Buduran Tewaskan 1 Orang

Aktivitas di Pasar Harjodaksino Dimulai Dini Hari

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Heru Sunardi, mengatakan pedagang Pasar Harjodaksino sudah mendapatkan sosialisasi terkait kasus positif Covid-19 tersebut.

“Yang positif Covid-19 itu pedagang empon-empon. Nah, tiga pedagang yang diuji swab adalah tetangga kanan-kirinya. Informasinya, ada yang membantu kerokan,” jelas dia.

Nasi Goreng Gila Delanggu Klaten Pedasnya Benar-Benar Gila, Berani Coba?

Pasar Harjodaksino yang ditutup sepekan biasanya buka mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Namun, aktivitas pedagang di pasar tersebut sudah dimulai sejak dini hari. Sejumlah pedagang melakukan aktivitas bongkar muat pada dini hari.

“Saat pasar ditutup, semua pintu masuk menuju pasar akan ada penjagaan ketat. Kami enggak ingin ada kluster pasar, makanya lebih baik mencegah daripada virusnya menyebar,” ucap Heru.

Jumlah pedagang yang berinteraksi di Pasar Harjodaksino yang ditutup menyentuh 1.407 orang. Jumlah itu terdiri atas pedagang kios, los, oprokan, dan pelataran. Selain di dalam pasar, pada hari biasa pedagang juga banyak yang beraktivitas di jalan sisi selatan pasar.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho