Pasar Green Jobs Asia-Pasifik Meningkat Signifikan

Aneka pekerjaan baru yang berorientasi kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan terus bermunculan di Asia-Pasifik.

 Ilustrasi green jobs (un-page.org)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi green jobs (un-page.org)

Solopos.com, SOLO — Pembangunan ekonomi yang merusak lingkungan berpotensi melahirkan “ongkos” bagi perekonomian itu sendiri. Analisis McKinsey Global Institute (2020) menunjukkan produk domestik bruto 105 negara berpotensi terdampak perubahan iklim.

Perubahan iklim serta kerusakan lingkungan menimbulkan ongkos yang besar bagi produk domestic bruto, kesejahteraan, dan lapangan kerja. Menurut data World Economic Forum (2020), lebih dari separuh produk domestik bruto global, senilai US$ 44 triliun, terancam hilang karena rusaknya alam.

Espos Premium merupakan layanan khusus dari Solopos.com yang lebih relevan dan memiliki diferensiasi dibandingkan free content. Untuk membaca artikel ini selengkapnya silahkan login atau daftar di SoloposID.

Terpopuler Hari Ini

Konglomerat Pertama Asia Tenggara Punya Istana di Semarang Seluas 81 Ha, Ini Wujudnya

Konglomerat pertama di Asia Tenggara mempunyai istana megah di Semarang, Jawa Tengah yang konon katanya luasnya mencapai 81 hektare.

Dapat Rp3,2 Miliar Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Jogja, Warga Klaten ini Langsung Borong Rumah Indekos

Sejumlah warga Klaten yang mendapatkan uang ganti rugi lahan tol Solo-Jogja di Desa Beku, Karanganom, langsung memanfaatkan uang tersebut.

Selain Monstera, Ini Deretan Tanaman Hias dengan Harga Mahal Setara Mobil

Tak hanya Monstera King Variegata, masih ada jenis tanaman hias lainnya yang memiliki harga mahal setara mobil. Apa saja?

Enggak Sulit, Ternyata Begini Perawatan Monstera Rp225 Juta Agar Tetap Sehat dan Cantik

Tanaman Monstera milik Sri Hastuti sudah memiliki lima tongkol yang siap mengeluarkan benih yang bisa disemai menjadi bibit tanaman hias.

Breaking News! Persis Solo Tuan Rumah Liga 2, Segrup dengan PSG Pati dan PSIM Jogja

Persis Solo menjadi salah satu tuan rumah penyisihan grup Liga 2 dan tergabung dengan tim-tim dari Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.

Ditawari Rusunawa, Sekeluarga Tidur Di Kolong Meja Wedangan Kartasura Menolak

Bupati Sukoharjo memberikan bantuan kepada sekeluarga pedagang wedangan di Kartasura yang terpaksa tidur di kolong meja lapak.

Bejat! Bapak di Sukoharjo Ini Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

Kasus pencabulan bapak terhadap anak kandungnya terungkap saat korban mengeluhkan sakit di bagian kemaluan kepada sang nenek.

Warga dan 18 Advokat Laporkan Bupati Sragen ke Polisi, Apa Masalahnya?

Sebanyak 18 advokat yang tergabung dalam PBH Peradi Sragen mendampingi empat warga melaporkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kepada Polres Sragen.

Round Up: Pilu Sekeluarga Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura Gegara Tak Mampu Bayar Indekos

Anak-anak pasutri ini sebagian besar tidak mampu menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA, karena terimpit masalah ekonomi.

Disertai Dua Kali Ledakan, Mobil BMW di Laweyan Solo Terbakar Saat Hendak Dicuci

Satu unit mobil BMW ludes terbakar di salah satu tempat pencucian mobil kawasan Jajar, Laweyan, Solo, pada Kamis (16/9/2021) siang.

Pemilik 40 Bidang Lahan di Beku Klaten Terima Uang Ganti Rugi Tol, Totalnya Rp43 Miliar

Pembayaran uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak proyek jalan tol Solo-Jogja berlanjut di Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Klaten.

Pangkostrad Minta Jangan Fanatik Beragama, Muhammadiyah Berpendapat Sebaliknya

Muhammadiyah tak sepakat dengan pernyataan Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurrachman yang bahwa tak boleh fanatik dalam beragama.

Tabrak Gerobak Satai Hingga Berhamburan, Remaja Ini Harus Ganti Rugi Jutaan Rupiah

Seorang remaja 17 tahun di Jogja menabrak pedagang satai keliling hingga satainya berhamburan. Lokasi kejadian minim penerangan.

Tidak Ada Nama AHHA PS Pati FC dalam Daftar Kontestan Liga 2

PT Liga Indonesia Baru memilih menggunakan PSG Pati sesuai hasil Kongres Tahunan PSSI 2021.

2 TPS di Sragen Ditutup, Warga Buang Sampah ke Sungai dan Saluran Irigasi

Warga di daerah hilir, terutama di Desa Tangkil dan Karangtengah biasa terkena dampak banyaknya sampah yang memenuhi badan Sungai Garuda.

Dilaporkan ke Polisi oleh Advokat dan Warga, Begini Tanggapan Bupati Sragen

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dilaporkan oleh empat warga dan 18 advokat ke Polres Sragen, Kamis (16/9/2021).