Warga dibantu sukarelawan memadamkan api yang membakar tiga los di Pasar Surowono, Desa Tangkil, Kecamatan Kemalang, Klaten, Senin (23/9/2019) malam. (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN – Kebakaran menghanguskan tiga los di Pasar Surowono, Desa Tangkil, Kecamatan Kemalang, Klaten, Senin (23/9/2019) malam. Akibat kejadian itu, total kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, kebakaran itu diketahui sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, warga yang tinggal di dekat pasar mencium bau benda terbakar.

Saat keluar rumah, warga tersebut mendapati api berkobar di salah satu los. Warga itu lantas berteriak meminta tolong hingga warga lainnya berbondong-bondong mendatangi lokasi.

Lantaran api kian membesar, warga berusaha memadamkan menggunakan peralatan seadanya. Beruntung, saat kejadian ada truk tangki yang melayani jasa pembelian air bersih melintas di depan salah satu pasar di lereng Gunung Merapi itu.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.15 WIB. “Pemadaman dilakukan warga sekitar. Ketika kebakaran terjadi, truk tangki yang akan dropping air bersih ke penduduk itu dicegat dan airnya digunakan untuk memadamkan api. Api berhasil dipadamkan setelah air dari tiga truk tangki digunakan untuk memadamkan api,” kata Lurah Pasar Surowono, Hardiyanto, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (24/9/2019).

Hardiyanto mengatakan seusai kebakaran aktivitas pedagang berjalan normal. Peristiwa itu meludeskan lapak milik tiga pedagang los beserta barang dagangan mereka.

Total luas bangunan yang terbakar mencapai 5 meter x 16 meter. “Yang terbakar habis ada tiga tempat dasaran los. Sementara dasaran lainnya aman,” jelasnya.

Ketiga lapak yang terbakar masing-masing ditempati Lahman (pedagang mi ayam), Lukito (pedagang makanan ringan), dan Slamet (pedagang plastik dan alat bangunan). Barang yang ada di lapak milik Lahman ludes terbakar dan ditaksir rugi sekitar Rp10 juta.

Selain warung, uang tunai senilai Rp10 juta yang ada di dalam lapak hangus dilalap si jago merah. Barang dagangan berupa makanan ringan di los milik Lukito juga hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp7 juta.

Sementara Slamet pedagang plastik dan alat bangunan diperkirakan rugi sekitar Rp10 juta. “Total kerugian diperkirakan hampir Rp40 juta. Kerugian itu dari nilai barang milik ketiga pedagang tersebut belum termasuk bagian los yang terbakar,” jelas Hardiyanto.

Soal penyebab kebakaran, Hardiyanto menduga berasal dari korsleting listrik lantaran bangunan pasar sudah sejak lama belum renovasi. “Saya sudah laporkan kebakaran ini ke Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM. Rencananya ada perbaikan sementara dari bagian los yang terbakar,” ungkap dia.

Hardiyanto mengatakan pada hari biasa jumlah pedagang yang berjualan di Pasar Surowono kurang dari 50 orang. Saat pasaran yang jatuh hari Pon pada penanggalan Jawa, jumlah pedagang yang berjualan di Pasar Surowono mencapai 415 pedagang.

Kabid Pengelolaan Pasar Disdagkop dan UKM Klaten, Didik Sudiarto, juga memastikan aktivitas pasar berjalan normal sejak Selasa pagi. “Pasar Surowono itu beroperasi penuh saat pasaran saja. Hari ini [Selasa], aktivitas pasar tidak terlalu padat karena juga tidak bertepatan dengan hari pasaran,” urai dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten