Ilustrasi Pasar Carikan. (Istimewa)

Solopos.com, SUKOHARJO – Proyek revitalisasi Pasar Carikan yang menelan anggaran Rp2,5 miliar akhirnya rampung dikerjakan Pemkab Sukoharjo. Pasar yang berada di pinggir perkotaan Kabupaten Sukoharjo disiapkan menjadi pusat kuliner pada malam hari.

Lurah Pasar Carikan, Widadi, mengatakan slup-slupan penempatan pasar telah dilaksanakan pedagang setempat dengan menggelar umbul doa, Jumat (20/12/2019) malam. Saat ini, pedagang mulai boyongan dan membersihkan lokasi dagangan masing-masing.

Seluruh pedagang yang berjumlah 83 orang dengan perincian, 33 pemilik kios dan 50 pedagang los Pasar Carikan sebelumnya menempati pasar darurat, seiring revitalisasi. Pasar darurat dibangun Pemkab Sukoharjo di bekas kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) atau terletak sekitar 200 meter sisi selatan Pasar Carikan.

Tetapi, setelah proyek revitalisasi pasar rampung dikerjakan, pedagang bersiap menempati bangunan baru.

"Jumlah los dan kios yang dibangun sama seperti yang lama. Tidak ada penambahan. Sekarang pasar sudah siap beroperasi," katanya kepada Solopos.com, Minggu (22/12/2019).

Widadi mengatakan, Pasar Carikan akan dioperasikan siang dan malam hari. Pada siang hari digunakan untuk pasar tradisional seperti biasa yang menjual aneka kebutuhan barang pokok dan sandang serta lainnya.

Sedangkan di malam hari Pasar Carikan digunakan untuk pusat kuliner. Bangunan pasar ini pun dikonsep sama seperti Pasar Kepuh di Kecamatan Nguter. Semua bangunan kios menghadap ke depan atau jalan. Sedangkan bagian tengah dikosongkan untuk menampung pedagang los.

"Pasar Carikan ini dikonsep menjadi pusat kuliner pada malam hari seperti yang telah berjalan di beberapa pasar lain," sambung dia.

Selain menghidupkan pasar di malam hari, langkah ini sekaligus sebagai upaya Pemkab Sukoharjo mengembangkan wisata kuliner di Kabupaten Makmur. Aneka makanan khas Sukoharjo dan masakan Jawa dijajakan bagi penikmat kuliner malam hari.

Widadi optimistis pusat kuliner malam akan ramai dan mampu bertahan sehingga bisa menjadi tumpuan masyarakat untuk peningkatan ekonomi. Pengembangan wisata kuliner diharapkan bisa kondang dan dampaknya meramaikan pasar pagi hari.

"Konsep wisata kuliner ini diusung dengan dibuat model lesehan, memanfaatkan pelataran pasar," terang dia.

Ihwal pedagang hewan di Pasar Carikan, Widadi mengatakan Pemkab Sukoharjo membuat zonasi khusus. Artinya pedagang hewan akan ditempatkan di bagian belakang pasar.

Hal itu dilakukan dengan harapan keberadaan pedagang hewan tidak mengganggu operasional pasar tradisional dan kuliner malam hari. Tak hanya itu Pemkab juga akan menata pedagang kaki lima (PKL) di sekitar pasar. Para PKL tersebut nantinya akan ditata masuk ke dalam area pasar.

Pedagang beronjong di Pasar Carikan, Sugeng Susanto, 67, berharap pembangunan pasar akan membawa berkah bagi para pedagang. Selain bangunan baru dan bersih, pasar pun akan semakin ramai. "Semoga menjadi ramai," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten